Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian LVI)

Namun, dalam kesempatan itu pula saya mengakui bahwa Dewan Minyak Sawit Indonesia tidak mempunyai sumber dana yang berarti. Dewan Minyak Sawit Indonesia hanya mengandalkan iuran dari beberapa anggota. Meskipun demikian, saat ini ada juga sumber dana yang sedang digali, yang saya yakin dapat dipergunakan oleh task force sebesar Rp. 30 juta. Kesimpulannya, saya katakan, kalau Dewan Minyak Sawit indonesia menyediakan Rp. 30 juta untuk membayar tenaga kerka profesional yang fulltimer, nanti dana tersebut dapat digabungkan dengan dana peserta lain yang berkomitmen membantu task force, dan diharapkan pada hari Senin, 26 April 2010, kegiatanya sudah dapat dimulai.

Tawaran saya mendapat sambutan dari Bayu dan dia mengatakan kita akan membuat task force dan akan mencari tenaga fulltimer, mungkin dari Bogor dengan bantuan Masyarakat Kelapa Sawit Indonesia (MAKSI). Tenaga kerja fulltimer ini  dapat bekerja langsung membuat program untuk langkah-langkah yang telah di sepakati.

Dalam pertemuan ini peserta lain pun ditanya tetang kesediaannya membantu tim task force yang akan dibentuk itu. Daud Dharsono berkomitmen bahwa perusahaan yang diwakilinnya menyumbang sebesar Rp. 150 juta. Pertannyaan selanjutnya dilontarkan oleh Bayu kelihatannya ditelan oleh kesunyian dan tidak ada sambutan dari peserta lain. Dengan demikian, malam itu alat dan bahan seperti komputer di Dewan Minyak Sawit indonesia dengan dana awal Rp. 180 juta.

Sumber : Derom Bangun

3 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like