Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian II)

Saya telah mengenal Derom Bangun jauh sebelum saya menjadi Menteri Perdagangan, tepatnya sejak 1989, ketika dia menjabat Wakil Ketua Kadin Sumatera Utara, sekaligus pendiri dan Komisaris Utama PT. Kinar Lapiga, yang bergerak dibidang perkebunan sawit. Ketika saya menjadi Menteri, intensitas komunikasi kami semakin tinggi mengingat dia pernah menjabat Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) sehingga kami sering mengadakan dialok, pertemuan, serta bersama-sama dalam misis dagang yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan, termasuk ke Afrika Selatan dan India.

Salah satu catatan yang kami ingat adalah keberhasilan delegasi RI-di mana DerombBangun menjadi salah satu anggotannya bernegosiasi dengan Pemerintah India untuk mengubah kriteria kandungan beta karoten dalam CPO. Keberhasilan itu berpengaruh positif terhadap kenerja ekspor CPO Indonesia kepasar India.

Baca Juga :   Megasektor Sawit dan Pengelolaan Baru (Bagian I)

Sebagai Wakil Presiden Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), dia juga senantiasa berkomunikasi dan memberikan masukan positif dalam menyeimbangkan aspek lingkungan, perubahan iklim, dan kesinambungan industri kelapa sawit itu sendiri. Semoga kontribusi, karya dan perjalanan kariernya selama lebih dari 20 tahun di bidangnya dapat memberikan kontribusi berharga dalam perkembangan kelapa sawit di Indonesia kelapa sawit menjadi salah satu komoditas andalan negara kita. Memoar ini kami harap juga menjadi catatan penting dalam sejarah ekonomi Indonesia.

Dr. Maria Elka Pangestu

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like