Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CXXXV)

Demokratisasi ini melahirkan serangkaian konsekuensi pengaturan sekaligus manfaat sendiri. Demokratisasi membutuhkan jaringan hubungan yang simetris dan setara di antara semua pihakyang terkait, antara PBN, PBSN, PR, pemerintah, konsumen didalam dan diluar negeri, lembaga pendukung penelitian dan pengembangan, lembaga pendanaan, input produksi dan pemasaran. Tidak mengherankan pengembangan perkebunan masa kini ditegaskan di atas pengembangan jaringan hubungan antar pihak.

Peran penting perkebunan akan semakin meningkat dimasa depan. Krisis energi dunia telah menempatkan posisiperkebunan pada tingkat yang sangat penting. Perkebunan tak lagi hanya terkait masalah pangan. Kini perkebunan berada dipersimpangan antara food, feed dan fuel. Seluruh dinamika sejarah perkebunan menarik perhatian, terutama dalam meletakan dan meningkatkan peran di masa mendatang. Sejak awal kemerdekaan sudah terpampang kuat hasrat untuk menyejahterakan rakyat sebagai pekebun, pekerja perkebunan, maupun yang memperoleh manfaat tidak langsung dari usaha perkebunan. Diatas itu semua, perkebunan masih tetap akan terus menjadi sumber kemakmuran bangsa ini.

Melihat perkembangan dan prospek kelapa sawit yang menjanjikan, saat ini usaha perkebunan kelapa sawit dinikmati oleh banyak investor. Masyarakat, terutama di sekitar lokasi perkebunan, secara swadaya juga semakin banyak yang mengusahakan kelapa sawit. Apa lagi seiring meningkatnya permintaan dunia akan minyak sawit.

Sumber : Derom Bangun

4 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like