Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CXXVII)

Karena berbagai ganguan keamanan dan pergolakan politik waktu itu, upaya merehabilitasi oleh pemiliknya tidak banyak membawa hasil. Hal ini terlihat dari luas areal yang tidak bertambah. Sampai tahun 1957, luas areal kelapa sawit hanya 103.000 hektar dengan produksi 160.000 ton minyak sawit. Berarti, produksi perhektar sangat rendah, hanya 1,9 ton. Padahal, sebelum perang produktivitas sudah mencapai 3 ton.

Penguasaan Belanda atas komoditas perkebunan, khususnya yang dikelola oleh korporasi Belanda oleh Pemerintah Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 menjadi jembatan emas untuk mengurai kabut penjajahan, yang secara ekonomis lebih berupa penguasaan perkebunan.

Selanjutnya, di era kemerdekaan terdapat priode yang sangat menentukan masa depan perkebunan milik Belanda. Untuk memastikan manfaat bagi bangsa Indonesia, nasionalisasi atau pengambilalihan kepemilikan perkebunan besar dari negara asing kepada Pemerintah Indonesia dilakukan berkali-kali.

Sumber : Derom Bangun

4 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like