Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CXX)

Saya mendapat giliran bicara. Saya gunakan untuk menggambarkan penurunan harga minyak sawit, pengaruh krisis ekonomi kepada pasar sawit dan betapa harga TBS petani sangat terpukul. Saya ilustrasikan, memang harga sebelumnya sangat tinggi, perusahaan besar pasti memiliki strategi jangka panjang, sehingga harga jauth pun sudah ada dana cadangan. Pak JK tersenyum mendengar. Tetapi saya lanjutkan.

“Sayangnya sebagian petani lupa menabung ketika harga baik, jadi sekarang mengalami kesulitan. Pemerintah bisa meringankan beban petani dengan menurunkan PE”.

Pak JK saya lihat mengangguk, saya lanjutkan.

“Kalau boleh jangan menunggu sampai bulan Januari, supaya terasa adanya perhatian pemerintah”.

Usulan ini langsung ditangapi oleh JK. Katanya:

“Ya, ketika harga terlalu tinggi, kita bebankan PE. Kalau harga turun seperti ini, bisa saja PE diturunkan. Sekarang  hanya satu setengah persen. Bisa dibikin nol”.

Saya lega sekali, karena janji itu tidak hanya diucapkan di depan kamera televisi yang pasti ditonton ribuan orang, tetapi beberapa hari kemudian memang dilaksanakan. Keputusan seperti itu langsung mengangkat harga TBS petani. Saya yakin petani di Riau yang ikut seminar tanggal 20 Oktober 2010di Pekan baru ikut merasa senang.

 Sumber : Derom Bangun

9 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like