Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CXLIV)

Kursus singkat itu dilaksanakan di Universitas Brunnel yang terletak disebelah barat kota London, tidak jauha dari bandara Heathrow. Bersama dengan saya ikut juga Hazanul Arifin dari Kantor Pemasaran bersama PTP dan Gunadi dari Indofood. Biaya kursus dan perjalanan ditanggung perusahaan masing-masing. Bagi saya itu berarti biaya pribadi. Tetapi kerena niat yang besar, saya tidak keberatan. Apa lagi untuk menambah pengetahuan sendiri.

Pengetahuan yang saya dapatkan dari FOSFA sangat berguna untuk saya dalam memimpin GAPKI. Bahkan sampai dengan akhir tugas saya di GAPKI, saya selalu berupaya melakukan yang terbaik untuk dunia usaha kelapa sawit ini, betapapun hasil akhirnya orang lain yang menilai. Suatu kali, menjelang kongres yang namanya diubah menjadi Musyawarah Nasional GAPKI, yang artinya dipenghujung masa jabatan saya sebagai Ketua Umum, saya menemui Akmaludin Hasibuan, Direktur Utama PTPN III. Saya jelaskan bahwa munas sudah dekat dan nama calon ketua baru harus segera ditentukan.

“Saya harap bapak Akmal bersedia”, kata saya kepadanya, menyampaikan usul. Saya anggap dia mampu.

“Pak Derom sajalah terus. Kami dari PTPN percaya sama Pak Derom. Kami yakin Pak Derom tidak akan membawa GAPKI ke arah yang aneh-aneh”, kata dia, memberikan jawaban atas pertanyaan saya.

Menurut anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD\ART), saya tidak boleh lagi dipilih sebagai ketua , saya sudah dua kali menjadi ketua umum : pada pengurusan priode 1999-2002 dan 2002-2005. Peraturan GAPKI memberlakukan hal itu secara ketat. Seseorang hanya bisa menjadi ketua umum dua kali berturut-turut.

Sumber : Derom Bangun

7 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like