Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CXLII)

Namun, seiring dengan menguatnya posisi minyak kedele produksi Amerika dan seiring gencarnya kampanye terhadap minyak sawit, GAPKI dan MPOA pun bersatu padu, seiring selangkah untuk menghadapi serangan dari pihak-pihak yang tidak menginginkan minyak sawit sebagai primadona. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu datang bersama dengan pihak Malaysiasebagai satu kubu dalam beberpa forum internasional. Di Phonix, AS, saya bersama Tan Sri Dato’ Yusuf Basiron masing-masing menyampaikan makalah dihadapan peserta konvensi tahunan NIOP, organisasi minyak nabati Amerika Serikat. Kami menemui pihak-pihak yang mengatakan bahwa minyak sawit Indonesia dan Malaysia dihasilkan dari kegiatan merusak lingkungan. Untuk isu itu, kami bekerja keras menunjukan kepada dunia bahwa kami berusaha di jalan yang benar dan sesuai dengan peraturan yang ada.

Meningkatnya permintaan akan ekspor minyak kelapa sawit mendatangkan tugas yang tidak sedikit buat GAPKI. Kegiatan saya pun semakin meningkat, apalgi sejak 1993 saya terpilih sebagai Ketua I GAPKI. Sampai dengan priode 1996-1999 posisi saya tetap sebagai Ketua I. Baru pada kepenggurusan priode 1999-2002 saya terpilih sebagai Ketua Umum. Melalui pemilihan pada kongres ke III yang dibuka oleh Menteri Pertanian Syarifuddin Baharsah. Pemilihan tersebut merupakan amat buat saya untuk melanjutkan dan terus meningkatkan kinerja industri sawit di dalam negeri. Pengalaman saya berkecimpung dalam dunia sawit nasional sejak 1967, ketika sawit masih dipandang sebelah mata, menjadi modal utama untuk mempromosikan sawit Indonesia ke seluruh dunia.

Banyak hal yang saya lakukan selama aktif di GAPKI. Kiprah dikancah internasional pun lebih ditingkatkan lagi. Dalam posisi sebagai ketua GAPKI, saya turut mendirikan Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Inilah forum yang mempertemukan produsen minyak sawit, perusahaan retail, petani, dan LSM serta pemerhati lingkungan dan sosial. Pendirian RSPO merupakan uapay pencarian solusi di tengah maraknya tuduhan perusahaan lingkungan oleh banyak perkebunan sawit, khususnya di Indonesia dan Malaysia.

Sumber : Derom Bangun

9 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like