Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CXIV)

Wartawan Jakarta Post menyambung pertanyaan, “Berapa nilai kontrak seluruhnya, Pak?”

“Saya tidak ikut dalam perundingan, tapi saya dengar dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri sekitar 192 juta dollar. Untuk tahap pertama, nilai CPO yang harus dikirim 15 juta dollar”. Ini sebenarnya mengulang yang  sudah saya sebutkan dalam kata sambutan. Tetapi kalau wartawan yang bertanya, saya biasakan mengulanginya. Sering juga keliru dikutip, apalagi kalau berkenaan dengan angka.

“Berapa ton target ekspor tahun ini, Pak?” tanya wartawan yang lain sambil mendekatkan alat perekam ke mulut saya.

“Kita tidak ada target, hanya taksiran”.

“Berapa, Pak?”  desaknya tidak sabar.

“Produksi ditaksir 9,6 juta ton. Pengunaan dalam negeri lebih kurang 3,5-3,6 juta ton, jadi bisa diekspor sekitar 6 juta ton”.

Baca Juga :   Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCLXXXI)

Beberapa media cetak memuat berita itu. The Jakarta Post tanggal 1 Mei menurunkannya dengan judul “Bulog to Deliver 40.000 Tons of CPO to Rusia”. Isinya menguip keterangan yang diperoleh dari saya dan tidak ada menyebut pernyataan apa pun dari pihak Bulog. Hanya disebutkan bahwa, menurut saya, Bulog telah menerima anggota Gapki memasukan penawarah harga secepat-cepatnya. Kemudian disebutkan taksiran produksi CPO nasional dan ekspor.

 Sumber : Derom Bangun

3 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like