Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CXCII)

Bekerja sebagai kepala bagian teknik dan teknologi di sebuah perusahaan perkebunan milik asing tak hanya mendatangkan pengetahuan soal teknis buat saya, tetapi pula pengalaman berharga. Salah satu pengalaman itu adalah saat Raja Belgia Baudouin beserta Permaisuri Fabiola de Mora y Aragon berkunjung ke pabrik Bangun Bandar pada 1975. Saya ditunjuk sebagai MC untuk membawakan  acara sekaligus menjelaskan bagaimana pabrik beroperasi untuk mengolah buah sawit menjadi minyak sawit.

Raja Baudouin menikah dengan Fabiola de Mora y Aragon dari Spanyol pada tanggal 15 Desember 1960. Sejak itu, ratu ini disebut Her Majesty The Queen of the Belgians. Majalah Time memberikan julukan gadis Cinderella kapada Dona Fabiola yang berprofesi sebagai juru rawat di rumah sakit pada saat bertunangan. Namanya di abadikan menjadi nama sebuah pegunungan baru yang ditemukan di Antartika oleh seorang penjelajah bernama Guido Derom. Nama penjelajah ini kebetulan sama dengan saya.

Pada saat pabrik selesai dibangun, Raja dan Ratu Belgia berkunjung ke Indonesia. Pasangan ini ingin melihat bagaimana buah kelapa sawit diolah menjadi minyak. Saya ditugaskan mempersiapkan acara singkat karena rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Danau Toba. Walaupun kunjungan keluarga kerajaan itu singkat saja, persiapan dilakukan sejak lama. Bahkan Gubernur Sumatera Utara Marah Halim Harahap dan Bupati Deli Serdang Burhanuddin Siregar juga ikut sibuk dalam persiapan acara.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like