Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CVIII)

Dalam kata sambutan saya sebagai ketua umum, saya umumkan hasil kunjungan ke Moskaw itu. Bahkan saya minta dicatat di dalam nutulensi rapat. “Sekarang saya laporkan hasil kunjungan ke Rusia mengikuti rombongan Presiden”, kata saya meminta perhatian peserta yang kelihatan bersemangat. Semangat mereka banyak berkaitan dengan masalah harga sawit yang mulai merangkak naik. Jadi soal imbal dagang ini menarik minat mereka karena berpotensi menaikan harga. Karena itu, pengusaha yang tidak bisa mengimpor CPO – nya ikut juga tertarik.

“Dalam kunjungan itu sudah ditandatangani kontrak imbal dagang, Pihak Rusia menyerahkan pesawat tempur Sukhoi dan pihak Indonesia menyerahkan komositas produksi Indonesia. Ada 30 jenis komoditas, tidak hanya minyak sawit, tetapi juga karet, kakao, teh dan kopi. Diluar hasil perkebunan ada tektil dan garmen, alat elektronik dan lain-lain. Tetapi minyak sawit yang paling besar nilainya”, saya berhenti beberapa detik dan merasa senang melihat perhatian yang cukup.

Kemudian saya lanjutkan, “Untuk tahap pertama, mungkin hanya minyak sawit yang dapat dilaksanakan. Mungkin CPO, mungkin juga Olein dan Stearin”, kata saya yang memakai istilah yang sudah lazim dikenal pengusaha sawit. Olein adalah hasil pemurnian  dan penyaringan yang berupa bahan cair yang sehari-hari disebut minyak goreng dan Stearin adalah fraksi padat yang banyak dipakai di negara lain untuk margarin dan lemak roti yang biasa disebut shortening atau vegetable fats.

 Sumber : Derom Bangun

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like