Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CLXXII)

Acara di Bali itu disusun serapi mungkin. Kendati belum berhasil memiliki dasar hukum yang kuat mengatur secara terkait beberapa asosiasi industri sawit dan hasil olahannya, saya yakin DMSI akan sangat berguna tak hanya buat pengusaha, tetapi juga untuk masyarakat Indonesia. Wapres Jusuf Kalla yang telah menyanggupi hadir menepati janjinya. Ia datang menyaksikan acara deklarasi pendirian DMSI. Selain menyaksikan, Wapres JK juga turut memberikan sambutan dalam acara itu. Dalam soal perhatian, saya salut kepadanya.

Dengan dasar delegasi berdirinya DMSI, segeralah kami menyusun tim formatur. Semua dilakukan dengan sukarela, dengan kesadaran bahwa industri sawit perlu disatukan kekuatannya didalam satu dewan komoditas. Yang jadi formatur adalah Soedjai Kartasasmita, Akmaluddin Hasibuan, Adi Wisoko. Prof. Tien R. Muchtadi dari Maksi, Paulus Cakrawan dari Aprobi, Asmar Arsjasd dari Apkasindo, dan seorang lagi dari Apolin.

Setelah terbentuk, tim segera menyusun pengurus. Sebelum pemilihan Ketua Dewan Pengarah, terjadi perdebatan tentang sebaiknya yang menjadi dewan pengarah itu Menteri Pertanian dan Menko Perekonomian. Perdebatan berakhir katika dicapai kesepakatan memilih Menteri Pertanian Anton Apriantono. Sebelumnya telah terpilih Rosediana Suharto sebagai direktur eksekutif. Dia berpengalaman di Departemen Perdagangan, belakangan setelah pensiun dia diperbantukan di Departemen Pertanian. Ibu Rose satu almamater dengan saya di ITB, tetapi dia lulus dari jurusan kimia murni sedikit berbeda dengan kimia teknik.

Sumber : Derom Bangun

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like