Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCXXVIII)

Leslie Davidson, kepada perkebunan sawit uniliver di Malaysia, pun sempat mengeluhkan buah-buah sawit yang tumbuh tak terlalu besar pada setiap tandannya. Ternyata polinasi manual hasilnya kurang memuaskan. “Para pekerja tidak seefektif kumbang”, kata Leslie seperti dikutip oleh Mahbob dalam bukunya yang berupa kumpulan cerita pendek yang berjudul Planter’s Tales.

Leslie pernah melihat sendiri bagaimana kumbang di Afrika Barat terbang lincah kesana kemari dengan tubuh yang dipenuhi serbuk bunga. Mereka bisa merayapi bunga pejantan dan hinggap di bunga betina. Saat itulah serbuk bunga pejantan bercampur dengan bunga betina. “Saya yakin polinasi terjadi dan oleh sebab itu tandan buah tumbuh besardi sana”, kata Leslie.

Beberapa waktu kemudian ia menginisiasi agar beberapa perusahaan mendukung pendanaan riset terhadap kumbang. Saat itu leslie telah mendengartentang Dr. Rahman Syed, seorang peneliti serangga yang terkemuka dan bekerja sebagai peneliti di Commonwealth Institute of Biological Control di Trinidad. Namun, apa yang ditemui Leslie tidaklah seperti yang diharapkannya. Dari beberpa perusahaan yang dimintai bantuan dana riset, hanya Uniliverlah yang bersedia membayar lebih dahulu.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like