Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCXXVI)

Setelah tongkang bisa merapat ditepi sungai, saya mulai bekerja menurunkan ketel uap tersebut. Dua dongkrak hidrolik masing-masing dengan daya angkat 50 ton difungsikan. Untuk menganjal ketel uap seberat 27 ton itu, saya meminjam lebih dari 60 balok kayu kepada Haji Anhar perusahaan kayu setempat. Haji Anhar dihubungi oleh anak buah saya, Jafar Nasution. Setelah bekerja siang dan malam, akhirnya ketel uap itu berhasil kami turunkan dari tongkang dan kemudian dibawa ke pabrik untuk di pasang. Sampai hari ini pabrik itu masih beroperasi dengan baik.

Sejak menjadi karyawan di Socfin, saya tak hanya bertanggung jawab merawat dan memperbaiki mesin-mesin. Saya pun turut membidani lahirnya pabrik-pabrik Socfin yang lebih modern dari sebelumnya. Dengan bantuan beberapa orang staf, saya menyusun buku pedoman kerja atau manual yang tebalnya lebih dari 100 halaman, untuk dipergunakan oleh semua teknisi. Dengan jalan itulah kinerja perusahaan semakin baik dan bisa memperoleh laba lebih banyak. Dan saya sangat menyenangi semua pekerjaan.

SEMUA GARA-GARA KUMBANG DAN DONGENG MAHBOB ABDULLAH

Selalu ada tujuan di balik ciptaan Tuhan. Bahkan nyamuk yang kecil dan berbahaya pun ada gunanya untuk manusia, paling tidak ada banyak manusia yang bekerja dipabrik obat pembasmi nyamuk. Begitulah Tuhan menciptakan dunia ini, penuh keseimbangan dan selalu ada berkah untuk manusia.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like