Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCXXIX)

Uniliver atas nama Asosiasi Perkebunan Malaysia Timur setuju untuk mendukung pendanaan riset Dr. Syed mengemukanan bahwa kumbang terbaik untuk melakukan polinasi dalah jenis Elaeidobius kamerunicus yang berasal dari Kamerun. Menurut Dr. Syed, selain Elaeidobius kamerunicus, ada dua kumbang lain, yakni Elaeidobius Subvittatus dan Elaedobius Plaggiatus, tetapi kamerunicus yang terbaik untuk melakukan polinasi. Sejak saat itulah kumbang kamerunicus yang dikenal sebagai kumbang pedebungan sontak beken sebagai “mak comblang” perkawinan bunga sawit yang menghasilkan buah lebat nan besar dalam setiap tandan.

Keadaan cuaca Malaysia bagian timur, di Sabah yang bercurah hujan tinggi, membutuhkan kumbang yang kuat yang mampu membawa serbuk sari pejantan sampai ke bunga betina. Kumbang kamerun terbukti bisa melakukannya. Ia tetap bisa terbang jauh dalam keadaan hujan sekalipun.

Kumbang kamerun ternyata kuat, lebih tegap, lebih agresif dari pada seranga domestik tadi. Peneliti Malaysia ini melihat bahwa biarpun musim hujan, serangga jenis kamerun ini mampu terbang jauh antara pohon ke pohon dan bahkan setelah hinggap pada pohon yang jauh itu mereka masih sanggup bergerak dengan gesitnya menerobos kecelah-celah bunga betina dan menyeruduk masuk ke bagian-bagian yang lebih dalam. Karena itulah Malaysia mendatangkan serangga itu setelah percobaan yang panjang. Dalam bahasa Inggris kumbang ini disebut weevil, lengkapnya pollination weevil.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like