Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCXXIV)

Izin dari direksi turun, dan saya pun berangkat ke Frankfurt untuk menyaksikan pameran yang tersohor pada zaman itu. Tugas keluar negeri untuk kepentingan pengembangan teknologi di perusahaan memang bukan sekali saja saya lakoni. Karena pabrik Socfin mulai mengunakan mesin-mesin yang digerakan secara elektrik, maka penting pula buat saya mengurangi acara-acara simposium atau pameran untuk mendukung pengetahuan saya di bidang itu.

Acara itu saya hadiri demi kelancaran membangun pabrik baru yang berbasiskan mesin-mesin dengan kontrol otomatis yang sudah mengalami elektrifikasi. Boleh dibilang itu cara buat saya belajar secara otodidak tentang ilmu lain diluar latar belakang keilmuan saya sebagai insinyur teknik kimia.

Lebih penting lagi adalah menambah pengetahuan semua kepala pabrik dan teknisi mengenai kelistrikan dan peralatan baru. Alat pembangkit listrik yang baru dilengkapi dengan automatic voltage regulator (AVR) yang belum pernah mereka kenal. Pada bagian pemurnian minyak sawit muncul alat baru, seperti pemisah lumpur (sludge separator) dan alat pemeurni (purifier). Beberapa teknisi pergi bersama saya ke Eropa, seperti Cornelis Sorongan, Samidi, dan Pertahian Siregar.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like