Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCXXII)

Pada 1974 saya ditugaskan ke Eropa untuk mempelajari alat-alat baru itu. Saya mengunjungi pabrik ketel uap yang besar di Prancis, yang bermerek Babcock Atlantique yang terletak di pingiran kota Paris. Kemudian ke Weker, Luksemburg, mengunjugi pabrik yang menghasilkan mesin ulir yang pernah saya dengar kehebatannya pada saat mengikuti simposium di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam kunjungan ke Eropa itu saya gunakan juga untuk menyambangi Frankfurt, Roma dan London.

Untuk urusan pabrik pula saya pergi ke Edegem, Belgia, untuk mengunjungi kantor posat De Smet. De Smet merupakan perusahaan peralatan pabrik vaksinasi dan rafinasi milik Socfindo di Tanah Gambus. General Manager Husein Natawijaya pun ikut dengan saya, tapi dia tidak ikut ke Edegem karena pembicaraan sangat teknis. Di Edegem saya diterima oleh Kepala bagian Teknik De Smet Atan Asiadis. Di situlah saya meminta ketegasan mengenai struktur bangunan supaya saya bisa membangun pabrik dengan kokoh dilapangan. Beberapa pertanyakan saya ajukan kepadanya, semisal berapa beban tiap tiang supaya saya bisa menentukan kedalaman tiang pancang untuk mendukungnya.

Pada tahun 1976 ada kongres besar pameran peralatan industri kimia di Frankfurt, Jerman. Pameran itu dikenal dengan nama ACHEMA, yang diselenggarakan oleh persatuan insinyur kimia Jerman, DEEHEMA ( Gesselchaft fur Chemische Technik und Biotechnologie e.v) yang dalam bahasa Inggris disebut Society for Chemical Engineering dan Biotechnology. Pameran ini sangat penting untuk dikunjungi karena dalam pameran itulah dipertunjukan penemuan terbaru atau perkembangan teknologi paling mutakhir pada zaman itu. Tentu saya sangat berkepentingan untuk menyaksikan pameran tersebut dengan harapan bisa menambah wawasan mengenai perkembangan mesin yang mungkin saja bisa saya terapkan di pabrik-pabrik milik socfin.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like