Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCXXI)

Mungkin karena prestasi seperti itu saya dipandang mampu menagani segala masalah teknis. Jadi tidak ada yang meragukan kemampuan saya dalam ilmu teknik ketika saya diangkat menjadi kepala bagian teknik dan teknologi. Tetapi di dalam hati saya ada perasaan berat menghadapi tantangan yang begitu besar. Saya ingin menambah ilmu lagi. Saya beli buku-buku teknik sipil, teknik mesin, dan teknik listrik. Saya pelajari secara otodidak.

Kemudian seorang insinyur listrik yang juga lulusan ITB, Setiadhi, di tempatkan di bagian teknik dan teknologi membantu saya sehingga tim kami menjadi lebih kuat. Kalau di bagian tanaman terlihat tim yang sudah kuat, ada Ir. Ummar Akbar sebagai kepala, ada Ir. Farel Hirten Hasoloan Tampubolon untuk bidang kepala sawit, dan Ir. Syamsuddin Nawami untuk tanaman karet. Mereka bertiga adalah lulusan Institut Pertanian Bogor. Di perkebunan Bangun Bandar saya berjumpa dengan Ir. Ruben Sitepu dan di Tanah Besi dengan Ir. Bonar Parhorasan Tambunan sebagai manager. Semuannya lulusan IPB Bogor.

Untungnya saya mendapat kebebasan besar. A. Lambiotte yang baru kembali dari Belgia juga ternyata insinyur kimia seperti saya. Dia datang sebagai inspektur teknik. Saya merasa Socfin memberikan kebebasan kepada saya untuk menggali pengetahuan dan pengalaman. Para pemimpin perusahaan pun mendukung saya untuk melakukan apa pun yang menurut saya penting dan tentu mendatangkan manfaat buat perusahaan.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like