Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCXLI)

MENDADAK KOPILOT

Entah bagaimana jadinya seandainya Wright bersaudara tak menemukan pesawat terbang. Mungkin perjalanan akan selalu ditempuh melalui daratan atau lautan yang memakan waktu berhari-hari. Tak ada efektivitas waktu. Tapi kata seandainya tidak berlaku dalam sejarah karena pada paktanya Wright bersaudara berhasil merealisasikan fantasi manusia yang ingin terbang bebas seperti burung.

Pesawat terbang memudahkan mobilitas manusia dari satu tempat ke tempat lain tanpa terkendala keadaan di darat yang menyebabkan perjalanan terhambat. Apa lagi untuk perusahaan seperti Socfindo, dengan kebun yang tersebar di beberpa wilayah di Sumatera Utara dan Aceh, pesawat praktis sangat dibutuhkan. PT. Socfindo punya pesawat terbang kecil untuk memenuhi kebutuhan itu. Pada awalnya tipe Cessna 337, kemudian pesawat Piper Aztec model E, dan yang terakhir bertipe Cessna Golden Eagle 421 yang memiliki kabin bertekanan.

Dengan pesawat yang dipiloti Kapten Pilot Sutrisno itulah tugas-tugas pemimpin perusahaan bisa dijalankan dengan cepatdan efisien. Begitu pula untuk saya yang memiliki mobilitas tinggi. Saya sering terbang dengan pesawat ini. Pagi-pagi saya ke pantai timur Sumatera Utara, ke Aek Paminke melihat pabrik karet, kemudian kepantai barat Aceh. Acap kali dari udara saya mengontak perusahaan untuk menghubungi istri saya di rumah supaya menyiapkan pakaian dan mengantarkannya ke bandara. Ketika saya landing, saya ambil tas tersebut akan kembali take off.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like