Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCXCIV)

Pekerjaan kadang-kadang juga datang dari luar negeri. Misalnya orang-orang di Eropa mau membat gagasan baru tentang pabrik. Mereka ingin membandingkan dengan pabrik yang konvensional. Lantas mereka minta kami membuuat satu studi kelayakan, hasilnya kami berikan dan dibayar. Pekerjaan insidental ini tidaklah terlampau sering datang.

EKSPERIMEN BISNIS BERSAMA IMRAL NASUTION

Kisah hidup menyerupai jalan raya: kadang lurus, kadang belok ke kiri, ke kanan, menanjak, dan menuruni jalan curam yang licin. Tentu karena itulah hidup, paling tidak buat saya, sangat menyenangkan. Selalu ada kisah bisa cerikan buat anak cucu. Salah satu cerita menarik itu adalah tentang hubungan saya dengan Imral Nasution. Pak. Imral sosok yang menyenangkan buat saya: perawakannya tinggi besar, periang, supel, dan pandai berbahasa Inggris. Hubungan dekat kami terjalin ketika saya menjadi pengurus Kadin Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Pak Imral.

Sejak saat itu saya banyak menjalin kerja sama dengan Pak Imral. Beberpa pekerjaan itu antara lain mendirikan pabrik komponen elektronik di Medan. Gagasan awalnya muncul karena permintaan komponen televisi dan komputer semakin meningkat di Malaysia. Lantas kami berdua berpikir seandainya pabrik komponen di dirikan di Medan tentu bisa menghemat. Biaya produksi lebih murah. Bahan-bahanya didapat dari Penang dan setelah produksi selesai komponen kembali dibawa kepenang dengan mengunakan kapal terbang. Pabrik itu bisa terwujud karena kami mengandeng perusahaan Jepang dan juga peranan teman yang lain, yaitu Riza Mutyara.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like