Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCLXXV)

Kemudian kami ke notaris Ongko di Jalan Abdul Rivai, Medan. Notaris bilang, “Silakan buatkan nama PT-nya, tetapi harus istimewa, tidak bisa dengan nama siapa pun. Supaya urusannya jangan gagal”, kata dia kepada saya. Saya pikir kira-kira nama perusahaan seperti apa yang pantas dan memiliki makna filosofis.

“Kalau gitu, namanya diambil dari bahasa Karo saja, supaya tidak ada orang yang punya”, kata saya. Bahasa Karo mempunyai suatu ciri khas yang unik. Saya masih ingat, ketika masih kecil, zaman dulu di Tanah Karo kalau kami perlu api, biasanya melihat ke rumah orang lain, apakah di rumah tersebut terdapat asap atau tidak. Kalau ada, kami ke sana pergi sambil mengambil daun kelapa kering atau bambu kecil. Di rumah di mana api menyala itulah kami meminta api.

Untuk menjaga agar dirumah tetap ada api, biasanya dibuat bara api dari bongolan kayu agar semenjak pagi sampai malam tetap memiliki bara. Sering kalai terjadi di kampung tak ada api sama sekali sehingga kami terpaksa mencari orang yang pandai membikin api dari batu pematik yang terpercik ke serbuk enau. Percikan api dari batu pematik yang terpercik keserbuk enau itulah yang menjadikan api.

Maka keluarlah istilah Kinar Lapiga dalam benak saya, yang artinya beberapa percikan api yang hidup menjadi api. Walaupun banyak percikan bunga api, banyak yang padam tanpa bekas. Hanya beberapa yang benar-benar menjadi api diatas sebuk. Api itulah yang harus dijaga untuk tetap hidup. Pengertiannya buat saya, setiap hari, minggu dan bulan ada orang bikin perusahaan, tapi setelah tahun berganti banyak yang hilang. Filosofinya, perusahaan ini harus dijaga untuk tetap membara. Juga sebagai lambang kepada pegawai-pegawainya bahwa kondisi kebun berat dan mereka harus turut menjaganya agar tidak padam. Sya tahu dari awal. Hanya orang-orang yang gigih dan tekun yang dapat membuat kebun ini bertahan. Tidak seperti kebun orang yang rata dan bagus. Kebun saya jurangnya dalam. Saya harus pakai katrol untuk mengangkat buah sawit dari bawah.

Sumber : Derom Bangun

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like