Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCLXVIII)

Dalam berusaha, saya selalu ingin agar kepemilikian modal dibagi bersama. Namun, karena saya dianggap lebih senior, kepemilikian saham terbesar ada pada saya. Persentase pembagian saham 36 persen, 32 persen, dan 32 persen. Adik saya Lengkap Bangun yang masih tinggal dan bekerja di Jakarta juga saya ajak bergabung dan menyediakan modal 32 persen. Ia ternyata tertarik juga untuk turut dalam usaha itu.

“Nama PT-nya Pangestu”, kata Pitono kepada saya.

“Harus ada lambang tiga orang di dalamnya”, kata saya.

“Tambah dengan nama Delta”, kata saya lagi.

Kata pangestu berasal dari bahasa Sunda yang artinya “Kemakmuran”, sedangkan delta dalam arti disini bukan muara sungai, tetapi delta berupa huruf segi tiga (tiga orang). Kami sepakat nama perusahaannya PT. Delta Pangestu. Kegiatan utamannya adalah perdagangan barang-barang teknik.

A.C. Wong datang dari Singapura datang membawa barang-barangnya. Dari sekian banyak barang, satu yang diandalkannya adalah kawat las merek UTP. Kawat las UTP sangat terkenal. Buatan Swiss. Wong agen resmi UTP. Pesaing UTP bermerek Utectic. Saya tahu merek Utectic banyak di gunakan di Malaysia, tetapi harganya mahal sekali. Baik UTP maupun Utectic adalah produk Swiss.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like