Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCLXC)

Setelah menyelesesaikan pabrik di Aceh, kami menangani pembuatan pabrik kelapa sawit di Riau milik PT. Duta Palma. Pabrik dibuat untuk 60 ton per jam, tapi peralatannya pertama untuk 30 ton dulu karena kebutuhannya belum bisa semua produksi. Dua tahun kemudian baru dilengkapi dengan peralatan yang mampu memproduksi 60 ton per jam.

Pabrik ketiga kami tangani adalah PT. Torganda. Kami mengerjakan dua pabrik. Satu pabrik hanya setengah jalan karena setelah diborongkan, saya merasa tidak ada ketidak sesuaian dengan cara kerja pemborongnya. Saya khawatir mutunya tidak bagus. Karena itu, saya mengundurkan diri ditengah jalan. Agaknya beberapa lama kemudian dugaan saya terjadi, pabrik itu bermasalah. Meski demikian, penilaian saya tentang pemborong tersebut malah menjadikan perusahaan pemilik pabrik itu kembali mempercayai saya untuk membantu pendirian pabrik di Aek Korsik.

Seiring waktu dan pengalaman membantu merancang pembangunan pabrik pengelolaan kelapa sawit, konsultan Tri Upaya semakin ramai dengan order-order pekerjaan. Saya mengucapkan syukur kepada tuhan atas Kuasa-Nya memberikan jalan usaha yang saya kerjakan. Selain penasaran untuk merancang pabrik, ada dua pabrik di Sumatera Utara dan Aceh yang minta diperbesar kapasitas produksinya, yakni PT. Asam Jawa yang terletak di Kabupaten Labuhan Batu, lewat kota Kisaran, dekat Kota Rantau Prapat, dan PT. Mopoli Raya yang terletak di Aceh Timur.

Sumber : Derom Bangun

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like