Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCLXIII)

Masa pendidikan di MIT itu meninggalkan kenagan yang sulit dilupakan. Semua pelajaran yang saya terima menjadi modal berharga untuk karier saya, baik sebagai pengusaha maupun sebagai propesional di bidang perkebunan. Banyak ilmu yang saya dapatkan dari MIT yang memang terbukti membantu saya dalam menyelesaikan persoalan, baik pada perusahaan saya kelola sendiri maupun dalam beraktivitas di organisasi seperti GAPKI.

MEMUTUSKAN MUNDUR DARI SOCFINDO

Dua puluh tahun lebih bekerja sebagai kepala bagian teknik di Socfindo memberikan banyak pengalaman untuk saya. Saya belajar begitu banyak hal yang tak saya dapatkan dari bangu kuliah. Pencapaian saya di Socfindo, dimana saya turut dalam memoderenisasi pabrik-pabrik tua menjadi pabrik yang bisa bekerja lebih efisien dengan mesin-mesin yang modern, telah memberikan kepuasan untuk saya. Karier sebagai kepala bagian teknik yang saya emban selama bertahun-tahun sudah saatnya berakhir untuk digantikan oleh orang yang lebih muda. Saya keluar dari zona aman, zona nyaman yang memberikan saya kepastian dalam hidup ini : gaji dan tunjangan hidup yang tetap setiap bulannya.

Setelah saya pertimbangkan dan juga memberi tahu istri dan anak-anak, saya menyampaikan surat permohonan berhenti pada tanggal 1 Februari 1989 setelah bekerja  sejak 1 Februari 1967. Surat pengunduran diri itu tidak segera dijawab oleh direksi. Saya terlebih dahulu diajak bicara oleh Andre Balot yang menjabat principal director dan R. Sutiksno yang menjabat general manager. Setelah itu baru disampaikan surat tanggapan tanggal 10 Februari 1989.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like