Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCLXII)

Kisah kocak lain terjadi pada saat kid Enrich, bahwa kawan saya asal Kanada yang gemar merokok, tertimpa masalah gara-gara kebiasaan buruknya itu. Waktu itu seluruh asrama di kampus-kampus telah dilengkapi alat detektor asap, sehingga kendati asap bukan berasal dari asap kebakaran, alarm segera berbunyi. Alat itu secara otomatis terkoneksi dengan markas pemadam kebakaran dan dalam hitungan menit pemadam kebakaran akan tiba di lokasi dan bergegas memadamkan api.

Entah bagaimana ceritanya suatu pagi tiba-tiba alarm berbunyi dan tak berapa lama pemadam kebakaran telah tiba di asrama. Kami pun tergopoh-gopoh keluar asrama menyelamatkan diri, tak terkecuali Kid yang bertubuh tambun dan lucu itu. Setelah beberapa lama, pemadam kebakaran pun keluar asrama tanpa menemukan dimana titik api. Petugas pemadam kebakaran tetap meminta bayaran kepada pihak kampus atas apa yang telah terjadi. Rupanya asap rokok Kid lah penyebab dari semua kericuan itu.

Pada saat yang sama ketika menimba ilmu di MIT itu, Nabiel Makarim, kelak menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup, tengah mengikuti satu program di Universitas Harvard. Dua kali saya menemui dia yang tinggal bersama keluarganya di Peabody Apartement.

Di akhir perkuliahan, menjelang selesai masa pendidikan, pihak kampus memberi tahu semua peserta bahwa peserta perpisahan sebisa mungkin dihadiri pasangan masing-masing. Programnya bernama spouse program atau program pasangan yang berlangsung selama satu minggu. Program ini diisi kegitan cerah dari dosen-dosen senior dan kunjungan. Ketika menjemput istri di Bandara La Guardia, New York, sempat juga ada masalah. Saya dicuriagai sebagai pelaku kejahatan oleh petugas keamanan disana. Untunglah kesalahpahaman itu bisa diselesaikan.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like