Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCLXCIII)

Untuk mengerjakannya, Sinulingga menyarankan kepada saya agar kami mencari ahli konstruksi yang handal. Dicarilah dosen yang punya buku karangan mengenai baja, struktur baja, segala macam yang berhubungan dengan konstruksi baja. Kami beritahu dosen tersebut pekerjaan yang harus selesai dua minggu. Siang malam dia kerja. Kami bayar dia sampai lima kali lipat dari tarif biasanya.

Setelah tes tanah, Cepat-cepat kami membuat tiang pancang dengan kedalaman 18 meter untuk fondasi yang kokoh. Tiang pancang ini setelah dicor, tiga minggu baru saja bisa dipancangkan. Waktu dicor, saya datang untuk mengawasi. Saya tidak mau ada sedikitpun salah di sini. Saya tidak mau ulir deratnya tersentuh beton, nanti sekrup yang besar itu tidak bisa masuk. Harus betul-betul bersih. Saya berniak menyelesaikannya tepat pada waktunya. Beberapa pekan kemudian datanglah mesin dari Eropa, kemudian dipasang dilokasi yang telah dipersiapkan oleh saya dan tim. Sebelum barang itu tiba di Belawan. Kebetulan lokasi pabrik itu dekat jalan tol yang baru di Medan sehingga pengangkutan menara itu secara aman dan cepat.

Untuk memasang menara itu, saya memutar otak. Pemasangan dilakukan ekstra hati-hati, dibagi menjadi dua segmen. Saya mengawasi secara seksama pemasangannya. Menjelang selesai, Irfan mengambil satu pegawai dari Jerman dari perusahaan Otto Meyer, seorang pegawai yang bisa memasarkan alat-alat pabrik produk Jerman. Saya lihat perusahaan Jerman itu pandai menjual produknya dan mengambil hati konsumennya. Orang perusahaan itu pun datang menjelang pabrik selesai dikerjakan.

Sumber : Derom Bangun

3 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like