Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCLVII)

Saya menginjakan kaki di Bandara JFK, New York, pada 5 Februari 1986, tepat disaat New York diliputi musim dingin. Saya tak langsung menuju Boston. Di kota Big Apple itu saya sengaja meluangkan waktu dua hari untuk mengunjungi Horas Simatupang, Kepala Bank Exim cabang New York, dan melihat-lihat kota yang sebelumnya pernah saya kunjungi pada 1978 itu. Sebelum tugas di New Nyork, Horas menjabat wakil Kepala Bank Exim cabang Medan.

Boleh dibilang sekolah ke MIT adalah “masa liburan” buat saya. Di MIT saya menerima banyak pelajaran soal pemasaran, akutansi, dan manjemen perusahaan. Peserta kuliah pun bisa saling bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang perusahaan tempat mereka bekerja. Hampir semua peserta datang dari perusahaan multinasional yang bonafide. Mereka menunjukan kapasitas sebagai manajer unggulan, yang membuat saya bisa menyerap pengetahuan membuang reputasi dan meningkatkan kinerja perusahaan.

Program yang saya ikuti itu termasuk program unggulan di MIT yang diakui cukup tinggi drajad akademisinya. Program for Senior executive, satu-satunya program non-degree yang mendapatkan sertifikat dan dinyatakan berstatus alumnus MIT. Inilah yang membedakan program dengan program-program pendidikan singkat lainnya. Program pendidikan singkat itu selalu di ikuti manajer-manajer unggulan dari berbagai perusahaan multinasional dari sejumlah negara, seperti Brunei, Malaysia, Singapura, Jepang, Kanada, dan bahkan Venezuela. Rekan satu kelas yang beragam itu tak hanya menambah pengetahuan saya dibidang bisnis, tapi pula wawasan saya tentang kebudayaan negera asal mereka.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like