Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCCXXXVIII)

Pedagang-pedagang di Mumbai merasa lega dan memperkirakan bahwa CPO akan lebih banyak diimpor mengantikan barang-barang hasil penyulingan, yang berarti pabrik-pabrik penyulingan di India akan mendapat kesempatan untuk bekerja dengan kapasitas lebih tinggi. Sebelumnya impor hasil penyulingan itu meningkat, yang biasa hanya tiga persen menjadi 40 persen. Dengan adanya perubahan itu, pedagang dan pengusaha India yakin bahwa bahan baku akan meningkat lagi impornya dan hasil penyulingan akan kembali turun seperti semula. Ada ketentuan tambahan bahwa CPO yang kadar beta karoten 250 ke atas harus memenuhi syarat mengenai penggunaannya. Artinya, pabrik penyulingan atau pabrik vanaspati dan harus dibuktikan dengan sertifikat penjualannya yang dilaporkan pada menteri keuangan.

Managing Director Ruchi Soya yang tadi saya sebutkan, Mr. Dinesh Shahar, seperti dikutip oleh surat kabar India, mengatakan bahwa tuntutan pihak industri yang telah lama disampaikan akhirnya di penuhi pemerintah. Industri penyulingan akan memperoleh manfat keuntungan karena kapasitasnya dapat ditingkatkan. Mereka akan diyakini akan melimpahkan keuntungan itu kepada konsumen dan harga minyak nabati akan turun dalam masa sepuluh hari. Sekali lagi dampak itu memang jelas, bahwa dengan peraturan ini, minyak sawit yang semula ditentukan beta karoten kurang dari 500 dan dikenai bea masuk lebih dari 75 persen sekarang dapat menikmati bea masuk yang lebih rendah, yaitu 65 persen dengan syarat beta karoten hanya 250 ppm. Sudah pasti kandungan 250 dapat dicapai oleh semua pabrik minyak swit Indonesia dan kekhawatiran Mr. Kamal Nath mengenai penyalahgunaan tetap diawasi.

Walaupun tidak langsung bertemu muka, saya yakin kabar itu pasti membuat Ibu Mari Elka Pangestu merasa gembira. Tugas Menteri Perdagangan untuk memberikan fasilitas mendorong ekspor telah dilaksanakan dengan baik. Saya diundang rapat berikutnya di Kementerian Perdagangan dalam rangka mempersiapkan estimasi peningkatan ekspor pada tahun berikutnya. Saya kemukakan bahwa baik volume maupun nilai ekspor minyak sawit akan mengalami kenaikan. Seperti biasa Ibu Mari dengan tegas meminta angka kenaikan. Saya berikan kenaikan volume 10 persen dan kenaikan nilai 25 persen dalam mata uang dollar AS.

Sumber : Derom Bangun                                                                                    

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like