Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCCXXXVII)

Tak lama kemudian ketika saya berada kembali di Medan saya mendapatkan telepon dari Mr. B.V. Mehta bahwa ketentuan ataupun notifikasi mengenai pengurangang kadar beta karotentelah dikeluarkan oleh pemerintah pusat India. Notifikasi itu dikeluarkan pada hari Jum’at, 5 Februari 2005, di muat disejumlah media di India, seperti tge Financial Express yang terbit pada tanggal 6 Februari 2005, yang memuat judul dengan mengatakan bahwa harga minyak nabati akan turun sebagai akibat dari pelonggaran syarat impor oleh pemerintah. Diberikan pula pandangan dari pandangan dan pengusaha bahwa harga minyak makan pada pasar lokal diperkirakan akan jatuh atau turun sebesar 2.800 rupee. Itu berarti kalau 1 dollar AS setara dengan 40-50 rupee,  penuranan ini sama dengan 55-70 dollar AS per ton, suatu jumlah yang sangat besar. Hal itu sangat berarti bagi masyarakat dan pengusaha India.

Baca Juga :   PT PPI Segera Selesaikan Aturan Main Imbal Dagang Sukhoi

Pada level konsumen diperhitungkan bahwa akibat penurunan beta karoten itu meningkatkan impor sehingga harga di tingkat eceran untuk minyak goreng akan turun sebesar 1,5-2 rupee per kilo gram. Pada notifikasi itu disebutkan bahwa normal mutu untuk mutu CPO di kurangi kadar minimum beta karoten dari 500 ppm menjadi 250 ppm serentak dengan itu ditentukan mengenai ketentuan nilai asam yang ditingkatkan dari 2 menjadi 4 persen untuk CPO dan untuk crude palm olein. Akan tetapi, untuk crude palm olien, ketentuan minimum beta karoten tetap tidak berubah, yaitu 500 ppm.

Sumber : Derom Bangun                                                                                    

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like