Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCCXXXIX)

NEGOSIASI DENGAN PAKISTAN

Aatas permintaan anggota Gapki yang perhatian dengan masalah bea impor minyak sawit di Pakistan, saya berangkat bersama rombongan pada tanggal 23 Juni 2008 menuju Islamabad, Pakistan. Ikut dalam rombongan ini Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif GIMNI, Jhony Virgo dan Xavier Francis dari PT. Permata Hijau Sawit, dan Ung Chee Hwa dari pemasaran PT Musim Mas. Persiapan seperlunya sudah saya lakukan, yakni dengan menanyakan sikap Departemen Pertanian dan Departemen Perdagangan mengenai masalah dagang dengan pakistan. Saya juga meminta kesediaan pihak asosiasi di Pakistan untuk mengurus masalah untuk bertemu pejabat di negara itu.

Pemilihan waktunya saya sesuaikan juga dengan undangan Konsultan Jenderal RI di Karachi yang meminta saya menjadi pembecara pada acara seminar tanggal 25-26 Juni 2008. Dengan adanya dua acara ini, perjalanan bisa lebih efisien: menghadiri seminar sekaligus menyelesaikan persoalan hubungan dagang dengan Pakistan.

Pakistan adalah negara tujuan ekspor minyak sawit yang penting bagi Indonesia. Selama Januari-Desember 2007 volume ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan berjumlah lebih dari 700.000 ton. Tetapi pada tahun 2008 menurun draktis. Penurunan ini terjadi bukan karena ada masalah dari pihak eksportir atau mutu minyak sawit Indonesia, tetapi Indonesia tiba-tiba kalah bersaing dengan Malaysia yang juga menjadikan Pakistan salah satu tujuan ekspornya yang penting. Ada apa sebenarnya?

Sumber : Derom Bangun                                                                                    

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like