Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCCXLVIII)

Menurut PM Gillani, Indonesia adalah bangsa yang bersaudara dengan Pakistan dan ia mengucapkan terimakasih serta menyatakan kepada anggota rombongan apakah ada hal-hal lain yang ingin kami sampaikan. Sahat Sinaga mengatakan cukup, begitu juga Jhony virgo, Francis, dan Cho, semua mengatakan sudah cukup. Kemudian Perdana Menteri melihat saya dan saya pun mengucapkan terimaksih. Beliau menyambut dengan sedikit basa-basi. Ia bertanya tentang kabar di Indonesia, keamanan apakah baik? Kemudian beliau menyatakan lagi kabar Ibu Megawati Soekarnoputri. Pembicaraan yang bersipat ramah tamah ini saya sambut dengan rasa gembira, karena itu menunjukan adanya rasa persahabatan yang terlihat dari sikap Perdana Menteri Pakistan. Saya menjawab dengan sunguh-sunguh bahwa keadaan di Indonesia mengalami perbaikan sejalan dengan proses demokratisasi yang sedang didukung oleh seluruh rakyat Indonesia.

Mengenai Megawati Soekarnoputri, Saya jelaskan bahwa beliau sudah habis masa jabatannya selaku presiden pada tahun 2004 dan terus memimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan kelihatannya mempersiapkan diri untuk menjadi calon pada pemilihan presiden berikutnya. Dengan pembicaraan yang bersifat ramah-tamah itu, saya merasa pertemuan kami sudah berakhir dan saya tanya kepada anggota-anggota delegasi yang lain apakah ada yang ingin menyampaikan sesuatu karena semuanya mengatakan sudah puas. Saya kemudian menyampaikan sekali lagi terimakasih kami. Kami berpamitan. Serentak kami berdiri dan Perdana Menteri Riza Gallani juga berdiri dan menjabat tangan kami. Setelah bersalaman, beliau berjalan menuju ke ruangan di sebelahnya dan kamipun sempat bersalaman dengan para peserta pertemuan yang lain, para pejabat tinggi dari Pemerintah Pakistan.

Sumber : Derom Bangun                                                                                             

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like