Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCCXLVII)

“Sekarang kepada Yng Mulia Perdana Menteri saya ingin melaporkan bahwa kedua departemen tersebut telah setuju untuk menerima usulan Pakistan menurunkan bea masuk jeruk kino ke Indonesia” kata saya kepada Perdana Menteri Gillani.

Karena itulah kami dari pengusaha minyak kelapa sawit Indonesia memohon Perdana Menteri Gillani bisa memberikan keringanan bea masuk minyak sawit. Perdana Menteri kembali menoleh kearah pembantunya dan menteri perdagangan menyampaikan pandangannya. Kemudian pejabat yang wanita itu, yang bernama Hina Rabbani, memberikan penjelasan karena dia rupanya adalah merupakan penasehat keuangan Perdana Menteri. Dia menjelaskan bahwa soal ini sudah di dalam pertimbangan dan yakin tidak akan menemui masalah lagi jika syarat-syarat yang dikemukakan Pakistan kepada Indonesia juga dapat disepakati.

Kemudian Perdana Menteri Gillani menoleh kearah rombongan kami dan mengatakan, “Ya, tentu saja Indonesia sebagai negara sahabat akan mendapat perlakuan yang sama seperti Malaysia. Kalau malaysia mendapatkan keringanan bea masuk, sudah tentu kami akan memberikan juga keringanan yang sama kepada Indonesia, karena bagi Pakistan adalah saudara, “ katanya.

Sumber : Derom Bangun                                                                                             

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like