Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCC)

Sudah lazim dalam bisnis pertambangan sebuah perusahaan harus memiliki beberapa wilayah calon tambang. Perusahaan tak mungkin mengandalkan satu satu lokasi tambang saja, apa lagi belum dapat kepastian tentang berapa akandungan emas yang ada. Tentu saja belum pasti semua sesuai dengan harapan. Oleh karena itu setiap perusahaan tambang selalu mencari kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Dalam tahapan eksplorasi dilakukan penilaian dan pemeriksaan terhadap besarnya potensi deposit emas yang ada. Setelah mendapat data, dibuat feasibility study: apakah layak atau tidak untuk dilanjutkan dan juga berapa  keuntungannya yang bisa didapat. Dari pertambangan Sumatera Utara milik kami didapatlah data bahwa kadar emasnya lebih tinggi dari yang minimum dibutuhkan 1,09 gr/m3. Itu cukup tinggi, biasanya 0,8 sudah bisa lulus untuk diteruskan. Tetapi ketika diadakan pengeboran, bongkahan emasnya kecil. Bukan sebesar gunung, tetapi urat emasnya hanya menyerupai pisang yang terbentang dalam cekungan kera-kira 20.000 m3. Kebetulan perusahaan kongsi kami itu menemukan emas yang lebih hebat di Australia. Tambang di Sumatera Utara pun mereka tinggalkan.

Baca Juga :   Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo Gerakan Tiga Kali Ekspor Butuh Dukungan Semua Pihak

Ada juga jenis aluvial yang mudah digarap oleh penduduk areal yang kedua berada di Labuhan Batu. Menteri Pertambangan Ginanjar Kartasasmita mengatakan kawasan itu merupakan cadangan sulfur, tetapi diinginkan untuk dieksploasi. Itu disampaikan saat pertemuan bersama Ponco, Latif, Tanri Abeng, dan Pak Imral.

Sumber : Derom Bangun

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like