Membangun Kemandirian Energi

Salam Sawit Indonesia,

Indonesia sedang menuju kemandirian energi baru terbarukan. Pengembangan industri biodiesel telah berjalan sesuai arah peta jalan (road map). Meningkatnya penggunaan biodiesel ini menunjukkan keseriusan pemerintah. Rencana meningkatkan campuran biodiesel 20% (B20) menjadi 30% (B30) menjadi bukti. Biodiesel dirasakan membawa banyak manfaat dalam berbagai aspek. Tidak saja penghematan devisa melainkan meluas kepada lingkungan.

Jika program B30 berjalan, Indonesia telah menjadi penggunan biofuel terbesar di dunia. Tidak Amerika atau Eropa. Kenapa Indonesia bisa? Karena negara ini punya tanggungjawab menjaga paru-paru duni. Dibandingkan energi fosil, semua orang tahun biofuel lebih aman. Lingkungan aman. Juga devisa negara. Itu sebabnya, biodiesel harus ditingkatkan. Indonesia tidak bisa balik ke belakang. Terus maju dan menambah konsumsi energi hijau.

Rubrik Sajian Utama edisi ini mengulas uji jalan (road test) kendaraan berbahan bakar campuran 30% atau B30 yang sudah dimulai bulan ini.  Road test akan selesai bulan Oktober. Setelah itu, pemerintah akan menimang-nimang apakah perlu konsumsi biodiesel ditingkatkan atau tidak. Melihat capaian B20, kemungkinan program B30 akan disahkan. Pasalnya, manfaat yang dirasakan sangatlah banyak. Tidak hanya satu atau dua manfaat. Apalagi,  B30 ini melibatkan banyak pihak. Bukan hanya pemerintah atau pelaku usaha. Melainkan dapat menjaring kalangan petani. Harus diakui minyak sawit menjadi penopang kebutuhan bahan baku biodiesel. Berarti akan ada kenaikan permintaan yang berpeluang juga mensejahterakan petani melalui harga.

Sementara itu, Rubrik Hot Issue menyajikan artikel mengenai kerjasama PT Riset Perkebunan Negara (RPN) dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO). Kedua lembaga ini sepakat saling membantu dan mendukung pelaksanaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). RPN punya kemampuan menyajikan benih sawit berkualitas dan pengetahuan teknis kepada petani. Kedua hal tersebut sangat dibutuhkan petani terutama bagi peserta PSR. Kolaborasi ini sangatlah dibutuhkan keduanya. Karena sekarang ini adalah era kerjasama dan sukses bersama.

Pembaca, kami mengucapkan Mohon Maaf Lahir Batin dan Selamat Idul Fitri 1440 H. Dalam setiap kata dan kalimat yang terangkum; pastilah ada khilaf maupun salah. Mohon kami dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya dan marilah kita berjabat tangan bersama. Eratkan kebersamaan demi persatuan dan kemajuan bangsa. Tabik.

5 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like