Megasektor Sawit dan Pengelolaan Baru (Bagian VI)

Dalam bidang sosial, Megasektor Sawit juga berkontribusi pada penciptaan kesempatan kerja dan berusaha yang luas dan besar. Sekitar 3 juta usaha keluarga (petani sawit), ribuan usaha menengah dan besar, ribuan supplier jasa/barang ikut terlibat dalam Megasektor Sawit. Jutaan penduduk yang berhasil keluar dari kemiskinan, jumlah tenaga kerja yang bekerja pada Megasektor Sawit mencapai lebih dari 10 juta orang. Hal ini telah mendapat pengakuan dari berbagai studi (Sumarto dan Suryahadi, 2004, Susila, 2004, Gunadi 2008, World Growth, 2009, 2011, Joni, 2012, Rofiq, 2013, PASPI, 2014, 2017) yang mengungkapkan bahwa Megasektor Sawit menjadi pengerak ekonomi pedesaan, pemerataan ekonomi, dan pengurangan kemiskinan khususnya di kawasan pedesaan. Kawasan sentra-sentra sawit diberbagai daerah telah menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru ekonomi daerah.

Dalam aspek ekologis Megasektor sawit memiliki peran strategis, seperti dalam berbagai studi baik dalam maupun luar negeri (Murayama dan Baker, 1996, Henson, 1999, Chan, 2002, Fairhurst dan Hardter, 2004, Harahap dkk, 2005, Melling et al, 2005, 2007, Sabiham, 2013, PASPI, 2014, 2017). Proses produksi biologis pekebunan sawit merupakan bagian dari “paru-paru dunia” yang menyerap karbondioksida dari atmosfer bumi dan menghasilkan oksigen bagi kehidupan. Dari 11 juta kebun sawit Indonesia (2016) setiap tahun menyerap sekitar 1,8 miliar ton karbondioksida dari udara dan memasok 200 juta ton oksigen keudara bumi setiap tahun. Selain itu, bioenergi yang dihalkan seperti biodiesel dapat mengantikan energi fosil yang mengotori udara bumi. Sehingga merupakan bagian dari solusi atas pemanasan global khususnya pada penurunan emisi karbon dunia.

Manfaat strategis dari Megasektor Sawit tersebut diproyeksikan masih lebih besar lagi dimana yang akan datang. Sampai saat ini Megasektor Sawit nasional masih berada pada tahap awal industrialisasi yakni fase memanfaatkan kelimpahan sumber daya alam (factor-driven). Tahap industrialisasi Megasektor Sawit yang lebih maju dan segera kita masuki adalah tahap peningkatan produktivitas (capital-driven) dan selanjutnya pada tahap peningkatan produktivitas total dan nilai tambah tinggi memlaui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan SDM kreatif (innovation-driven).

Jika pada saat ini (fase factor-driven) Megasewktor Sawit lebih banyak diperankan sektor kebun sawit, fase industrialisasi Megasektor Sawit lebih maju tersebut akan banyak diperankan oleh sektor hulu, sektor hilir dan sektor jasa penunjang, yang diintegrasikan dengan sektor perkebunan sawit. Industrialisasi lanjutan tersebut jadi dan menghasilkan/menghemat devisa setidaknya 5 kali dari saat ini.

Sumber: GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like