Mandatori Biodiesel dan Prospek Indonesia dalam Pasar Biodiesel Dunia (Bagian VIII)

Dengan mengacu pada kebijakan mandatori boiodiesel Indonesia, terlepas dari kondisi dan pencapaian saat ini, maka perkembangan biodiesel Indonesia kedepan diproyeksikan akan semaki besar, seiring dengan meningkatnya kebutuhan solar. Dan sejalan dengan target B-30 pada tahun 2020 sampai 2025, maka proyeksi kebutuhan solar Indonesia akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2025, dari 39,66 juta kilo liter (2016) menjadi 79,28 juta kl. Dari sisi demand, laju (growth) pertumbuhan kebutuhan solar akan naik rata-rata 8 persen per tahun. Untuk memenuhi kenaikan tersebut, kebutuhan biodiesel domestik juga akan tumbuh lebih pesat, yakni rata-rata ditargetkan 14 persen per tahun. Kondisis ini menekankan akan keseriusan dalam menjalankann mandat ini, untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Perkembangan terkini dalam isubiodiesel adalah kebijan biodiesel negara RRC, yang diawali dengan B-5 (campuran CPO sebesar 5 %). Pengunaan biodiesel tersebut menjadi pasar potensial untuk meningkatkan ekspor sawit Indonesia terutama biodiesel. Selama ini, negara RRC juga merupakan salah satu negara utama tujuan ekspor CPO Indonesia. Kebutuhana CPO negara China lebih bersifat komplementer, yang besarnya relatif setiap tahun, sebesar 6 juta ton. Perkembangan baru ini menunjukan CPO bukan lagi hanya untuk isu pangan, tetapi juga telah meningkat ke isu energi, khususnya energi terbarukan.

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like