Mandatori B20 Redam Jebloknya Pendapatan

Perusahaan sawit mengakui manfaat mandatori Biodiesel 20% atau B20 bagi pencapaian kinerjanya. Disaat pasar global, program B20 memberikan sentimen positif bagi pelaku industri.

Selepas RUPST, Santosa, Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, mengakui dampak positif program B20 bagi kinerja perusahaan. Lantaran penyerapan minyak sawit dapat meningkat di dalam negeri sehingga menopang harga  jual. Sepanjang 2018, Astra Agro Lestari membukukan pendapatan Rp 19,08 triliun atau naik 10,28 dibandingkan tahun sebelumnya berjumlah  Rp 17,3 triliun.

Kendati rerata harga jual CPO turun menjadi Rp 7.275 per kilogram sepanjang 2018. Dibandingkan harga tahun 2017 sebesar Rp 8.271 per kilogram. Tetapi merosotnya harga dapat ditutupi produksi CPO AALI yang naik 18,5% menjadi 1,94 juta ton.

Kenaikan produksi minyak sawit Perseroan sepanjang tahun 2018 tersebut ditopang oleh kenaikan produksi  TBS (tandan buah segar) dari kebun-kebun inti sebesar 4,42 juta ton atau meningkat sebesar 12,1% dibandingkan tahun 2017. Total volume transaksi pembelian TBS baik dari Plasma/KKPA maupun pihak ketiga meningkat sebesar 29,5% menjadi 5,15 juta ton pada tahun 2018.

Perusahaan  sawit PT Astra Agro Lestari Tbk mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2018 sebesar Rp 1,44 triliun. Perolehan laba bersih ini turun 26,9% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebagai dampak turunnya harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar dunia sepanjang tahun 2018. “Harga turun tetapi biaya operasional meningkat seperti upah karyawan dan biaya perawatan. Alhasil, laba menjadi tertekan, “ ujar Santosa.

Sementara itu, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang diselenggarakan di Jakarta pada 15 April 2019,  pemegang saham menyetujui penggunaan 45% laba bersih Perseroan sebagai dividen. Atau sebesar Rp 336, per saham dibagikan sebagai dividen tunai yang akan diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp 112,- per lembar saham yang telah dibayarkan pada 19 Oktober 2018.  “Sisa laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan,” kata  Santosa.

Terkait program B20, dijelaskan Santosa, berdampak bagus kepada pasar. Karena membentuk sentimen positif. Akan tetapi pemerintah harus berhati-hati saat meningkatkan program bauran biodiesel. Jika dilakukan dengan tergesa-gesa akan berdampak negatif di pasar.

“Saat program B20 mulai dilakukan. Kita belum siap dalam kegiatan handling dan infrastruktur. Dari sini, kita mesti hati-hati  ketika naik B30 dan B100. Apabila handling tidak bagus kita harus hati-hati. Saat terlihat tidak siap, efeknya membuat sentimen pasar negatif,” kata Santosa.

Bagi Santosa, program biodiesel menjadi penting karena Indonesia akan kebanjiran pasokan CPO dalam 7 tahun ke depan mengingat pertumbuhan penanaman sawit yang masih berjalan sampai saat ini. “Tanpa adanya pasar, demand-nya nanti petani sengsara kalau jual dengan harga wajar mereka kena dampaknya,” imbuh dia.

Joko Supriyono,  Wakil Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, menyebutkan program B20 akan menciptakan keseimbangan stok sawit di Indonesia. Karena stok Indonesia dan Malaysia berpengaruh bagi sentimen pasar global tujuannya supaya positif.

3 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like