Lemhanas Gelar FGD Revitalisasi Sawit Berkelanjutan

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI mengadakan Focus Group Discussion yang bertemakan “Revitalisasi Kebijakan Pengelolaan Sawit Secara Berkelanjutan Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Dalam Rangka Ketahanan Nasional” di Gedung Asta Gatra Lemhanas RI, Jakarta, Rabu (26 April 2020).

“FGD ini merupakan bagian dari penyusunan naskah kajian dan rekomendasi untuk diberikan kepada Presiden Joko Widodo, dalam upaya mengambil kebijakan terkait pengelolaan sawit berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Reni Maynerni, Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhanas RI, saat membuka FGD.

Prof.  Reni Maynerni mengakui bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang penting bagi perekonomian nasional. Namun demikian, komoditas ini menghadapi kendala seperti akses pembiayaan petani, peremajaan yang belum tuntas, dan kebakaran lahan. Melalui FGD inilah diharapkan dapat memberikan solusi atas persoalan sawit dari hulu sampai hilir.

FGD ini menghadirkan paparan dari tim kajian yang diwakili Prof. Dadan Umar Daihani (Tenaga Profesional Lemhanas RI).

Prof. Dadan Umar Daihani menuturkan nilai tambah kelapa sawit dari industri hilir perlu ditingkatkan melalui pemanfaatan sumber daya alam. Besarnya potensi kelapa sawit perlu dioptimalkan. Untuk itu, antar kementerian perlu diselaraskan perspektif yang berbeda diantara mereka.

“Indonesia berpeluang mengisi kebutuhan minyak nabati penduduk dunia yang diperkirakan mencapai 9,5 miliar jiwa pada 2050. Karena kebutuhan minyak nabati mencapai 200 juta ton,” ujarnya.

Ia mengatakan perlu langkah merevitalisasi kebijakan pengelolaan sawit secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Revitalisasi ini dilakukan secara menyeluruh dari hulu sampai hilir agar potensi sawit dapat dimanfaatkan lebih optimal bagi perekonomian dan ketahanan nasional.

Setelah paparan dari tim kajian dilanjutkan pembahasan  narasumber dari tiga kementerian yaitu Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Ditjen Penanganan Agraria,  Pemanfaatan Ruang, dan Tanah Kementerian ATR BPN, dan Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK.

Sementara itu, ada tiga narasumber yang menjadi penangggap yaitu Joko Supriyono (Ketua Umum GAPKI), Gulat Manurung (Ketua Umum APKASINDO), dan Dr. Telisa Aulia Falianty (Asisten Stafsus Presiden-Sekretariat Kabinet RI).

Selain menggunakan metode FGD, Lemhanas akan mengadakan lagi Roundtable Discussion yang melibatkan berbagai pakar dari unsur pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat. Secara terinci metode pengambilan data melalui studi literatur, pendalaman lokus, wawancara, FGD, dan RTD. Setelah itu, barulah akan dipakai sebagai bahan rekomendasi kepada Presiden Jokowi.

 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like