Anggota Komisi IV DPR RI Sulaeman L. Hamzah mengkhawatirkan kondisi saat ini yakni adanya ancaman krisis pupuk yang akan mengakibatkan produksi bahan pangan akan berkurang drastis. Menurutnya, kelangkaan pupuk juga masih terjadi di Indonesia dan belum memiliki solusi yang tepat saat ini. Sementara, di lain hal, keberhasilan produksi pertanian, khususnya pangan, sangat bergantung pada ketersediaan pupuk.

“Karena ketergantungan petani akan pupuk sangat tinggi apalagi ketika harga pupuk juga akan merangkak naik diakibatkan dampak global harus menjadi perhatian kita. Fraksi kami menilai penyelesaian masalah soal pupuk harus dimulai dari akar masalahnya, yaitu masalah distribusi. Realokasi dianggap bisa menjadi solusi jangka pendek untuk daerah yang luas, lahan pertanian lebih besar harus mendapat mendapatkan pasokan pupuk dari daerah yang serapan pupuk nya sedikit,” ujar Sulaeman pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI dengan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (16/11/2022).

Mengenai pupuk Indonesia, Politisi Fraksi Partai NasDem itu juga menyatakan posisi stok pupuk bersubsidi per tanggal 14 November 2022, yakni sebesar 953 ribu ton tersebar di lini 1,2 dan 3. Stok pupuk bersubsidi di Lini 2 di gudang penyelenggaraan level provinsi terdapat 183 ribu dan di lini 3 gudang penyangga level kabupaten kota sebesar 526 ribu ton. Ia meminta data secara detail terkait dengan stok pupuk bersubsidi tersebut berada di provinsi kabupaten mana saja.

“Karena kami sering mendapatkan keluhan dari masyarakat yang ada di daerah pemilihan terkait dengan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi. Selain itu juga kami meminta informasi terkait dengan 65 kabupaten kota yang belum menerbitkan SK dinas perihal pupuk subsidi ini. Ini sebagai informasi bagi kami apakah daerah yang ada di daerah pemilihan kami masuk didalamnya atau tidak?,” tuturnya.

Sumber: dpr.go.id

Share.