Indonesia merupakan penghasil minyak sawit terbesar di dunia sejak 2006, menyalip posisi yang selama bertahun tahun dipegang Malaysia. Bahkan pada 2019, produksi sawit di Indonesia pernah menembus 43,5 juta ton dengan pertumbuhan rata-rata per tahunnya mencapai 3,61%. Hal ini membuat ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) menjadi penyumbang ekspor terbesar bagi Indonesia.

Namun, belakangan ini produk minyak goreng tengah mengalami permasalahan rumit. Kebijakan seperti penetapan domestik market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO) oleh Kementerian Perdagangan dinilai memberatkan para pemangku kepentingan dan berpeluang meningkatkan kembali harga minyak goreng.

Lalu bagaimana solusi untuk permasalahan mengenai produk minyak goreng? CNBC Indonesia bersama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan membahasnya secara mendalam pada CNBC Indonesia Special Dialogue. Dialog eksklusif ini mengangkat tema “Percepatan Ekspor CPO: Antara Usaha dan Realita”, dan menghadirkan narasumber menarik.

 

Saksikan diskusi ini hanya di CNBC Indonesia, Senin 25 Juli 2022, pukul 10.00-12.00 WIB. Para narasumber yang hadir untuk diskusi menarik ini, di antaranya Anggota Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Maruli Gultom, Plt. Direktur Kemitraan BPDP KS Kabul Wijayanto, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga, dan Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung.

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan juga akan hadir sebagai keynote speaker. Diskusi ini akan dipandu host CNBC Indonesia, dan membahas berbagai perkembangan untuk produk minyak goreng, mulai dari efektivitas kebijakan DMO dan DPO minyak goreng terhadap harga minyak goreng, kendala yang dihadapi produsen, hingga membahas solusi agar pemerintah dan pelaku usaha dapat tetap menyerap sawit rakyat.

Jangan sampai ketinggalan CNBC Indonesia Special Dialogue hanya di CNBC Indonesia TV dan CNBCIndonesia.com. Dapatkan juga kesempatan untuk memenangkan saldo e-wallet sebesar Rp 500.000 untuk 4 pertanyaan terpilih.

Sumber: bpdp.or.id

Share.