Majalah Sawit Indonesia dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) meningkatkan kreativitas olahan sawit di bidang kuliner. Melalui Lomba Kreasi Pangan UKMKM Berbahan Sawit lahirlah 13 masakan terlezat.

Minyak sawit telah menjadi kebutuhan utama masyarakat  terutama sebagai bahan baku produk makanan. Untuk meningkatkan promosi dan pemahaman masyarakat, Majalah Sawit Indonesia bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengadakan Lomba Kreasi Pangan UKMK Berbahan Sawit yang dimulai semenjak 10 April-8 Mei 2022.

Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan, Moch. Edy Yusuf, saat memberikan pidato kunci dalam Webinar “Inovasi Sawit dalam Industri Pangan” dan pengumuman pemenang lomba menyambut baik kegiatan ini lomba ini karena meningkatkan kreativitas dan edukasi sawit di bidang kuliner dan pangan. Lomba Kreasi Pangan UKMK Berbahan Sawit diadakan Majalah Sawit Indonesia bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang juga didukung APICAL, GAPKI, Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), dan Minamas Plantation.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara antara lain Sahat Sinaga (Plt. Ketua Umum Dewan Sawit Indonesia), Prof. Nuri Andarwulan (Guru Besar IPB University), Arfie Thahar (Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS), dan Jummy Bismar Martua Sinaga (Senior Manager Commercial Biofuel APICAL Indonesia).

Edy menambahkan pihaknya sangat mengapreasiasi Lomba Kreasi Pangan UKMK Berbahan Sawit dan webinar yang diselenggarakan Majalah Sawit Indonesia untuk meningkatkan kampanye dan edukasi terkait kandungan nutrisi dan gizi di dalam kelapa sawit kepada masyarakat terutama untuk UKMK.

“Kegiatan seperti ini perlu konsisten dilakukan dalam upaya membangun kampanye positif bahwa minyak sawit dan produk berbahan sawit aman dan layak dikonsumsi. Meskipun diketahui dan menyadari Indonesia perlu melakukan dan berbenah terus melakukan perbaikan kualitas dari produk minyak sawit yang bersifat menyeluruh. Dan keberhasilan ini memerlukan kerjasama antar masyarakat, pemerintah dan LSM termasuk media,” lanjutnya.

Penilaian lomba dilakukan Tim Independen yang melibatkan multi stakeholder antara lain Mukti Sardjono (Direktur Eksekutif GAPKI), Chef Teddy Kosasih (Technical Baker/R&D Application), dan Achmad Maulizal Sutawijaya (Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS).

“Kegiatan ini sangat positif untuk mendukung edukasi masyarakat terkait kelapa sawit. Kreativitas penggunaan sawit di bidang kuliner juga sangat beragam ini terlihat dari masakan para finalis. GAPKI sangat mendukung kegiatan ini dalam rangka promosi makanan dan kuliner dari sawit,” ujar Mukti Sardjono.

Lomba Kreasi Pangan UKMK Berbahan Sawit ini diikuti 50 peserta dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Dari hasil penyaringan diperoleh 25 finalis yang selanjutnya dinilai oleh Tim Penilai. Juara Pertama Lomba adalah Rifin Khong yang menghasilkan Nasi Kebuli Nusantara.

“Saya mengapresiasi kegiatan Lomba Kreasi Pangan yang diselenggarakan Majalah Sawit Indonesia dan BPDPKS. Melalui webinar ini saya belajar banyak upaya memajukan industri sawit Indonesia dan setuju penggunaan sawit disosialisasikan karena sawit mengandung banyak vitamin dan nutrisi. Sekali lagi ucapkan terima kasih,” ujar Rifin Khong.

Yogi Pratama, Juara Kedua, yang menghasilkan kuliner Sanggara Balanda juga memberikan apresiasi tinggi atas lomba ini kepada Majalah Sawit Indonesia dan pendukung. ”Saya sebagai Mahasiswa Politeknik Perkebunan Yogyakarta di bidang sawit. Saya mengajak rekan-rekan bersama mengedukasi masyarakat bahwa kelapa sawit punya dampak baik. Dan bersama-sama memerangi kampanye negatif. Maju Sawit Indonesia dan Maju Indonesia,” ujar Yogi.

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mendukung pengembangan kegiatan promosi sawit  melalui Lomba Kreasi Pangan UKMKM Berbahan Sawit ssesuai amanat Perpres Nomor 66/2018 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Arfie Thahar, Kepala Divisi Pelayanan BPDKS, menjelaskan terdapat tujuh bidang kelompok riset yaitu budidaya, pasca panen dan pengolahan, pangan dan kesehatan, bioenergy, oleokimia dan biomaterial, lingkungan serta sosial, ekonomi, bisnis manajemen dan pasar. Kegiatan penelitian dan pengembangan sawit bertujuan meningkatkan produktivitas, sustainability, penciptaan produk atau pasar baru dan meningkatkan kesejahteran petani.

Jumlah dana riset disalurkan BPDPKS mencapai Rp 389,3 miliar kepada 235 bidang penelitian sepanjang periode 2015-2021. Riset ini meliputi 48 bidang bioenergi, 9 bidang pasca panen, 26 riset budidaya,  17 bidang pangan dan kesehatan, 37 bidang olekimia dan biomaterial, 61 bidang sosial ekonomi,  dan 37 bidang lingkungan.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 128)

Share.