KUD Karya Mukti Sukses Kelola 18 Unit Usaha

KUD Karya Mukti mampu bertahan di usia ke-35. Aset yang dikelola mencapai  Rp 45 miliar lebih dan pendapatan di atas Rp 60 miliar per tahun. Menjadi penggerak ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan petani.

Kerja keras dan menjaga amanah menjadi modal Riswanto untuk menghidupkan KUD Karya Mukti. Dua puluh tahun lalu, koperasi ini mati suri. Tanpa kegiatan dan minim anggota.

“Memang terjadi pasang surut koperasi ini. Tapi, mohon maaf (setelah saya pimpin) KUD semenjak 2009. Mulai tumbuh hingga sekarang,” ujar Riswanto.

KUD Karya Mukti baru menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT)  pada 27 Januari 2021. Di tengah pandemi, RAT dihadiri seluruh anggota hampir 100%.  Berdasarkan data KUD Karya Mukti, jumlah anggota koperasi bertambah sebanyak 32 orang menjadi 1554 orang pada 2020, dari tahun sebelumnya berjumlah 1522 orang.

Perkembangan koperasi yang berlokasi di Desa Karya Harapan Mukti, Kecamatan Pelepat Iir, Kabupaten Bungo, Jambi, sangat luar biasa. Dinakhodai Riswanto, koperasi mengelola 18 unit usaha. Diantaranya DO 1, DO 2, unit armada, loket listrik dan kiriman uang, unit simpan pinjam, unit pupuk,unit spareparts, unit elektronik, unit sarana produksi (Saprodi), unit pangkalan LPG 3 kg, unit bangunan, unit mini market, unit alat tulis kantor (ATK), unit konveksi, Unit air minum dalam kemasan, unit pembibitan, unit pabrik multi gran, unit penginapan, dan unit sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Pengelolaan unit usaha KUD sangat profesional yang dipimpin General Manager. Ada 40 karyawan yang bekerja untuk mendukung kegiatan usaha koperasi. “Pengelolaan tenaga kerja koperasi mengikuti regulasi ketenagakerjaan. Kami berupaya menjadi professional. Kendati terus disempurnakan,” jelasya.

Dalam RAT akhir Januari 2021, KUD meraih pendapatan sebesar Rp 63,37 miliar sepanjang 2020. Jumlah pendapatan naik 14% dari tahun 2019 sebesar Rp 55,62 miliar. Pendapatan KUD Karya Mukti hampir 60% lebih berasal unit TBS sawit. ”Laporan keuangan koperasi rutin diaudit oleh pihak auditor. Transparansi benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Berikutnya didukung unit penjualan pupuk dan unit sarana produksi. Bisnis utama koperasi adalah penjualan TBS. Prinsip bisnis kami seperti pohon  apabila akarnya banyak, maka tetap tangguh. Inilah membuat unit bisnis kami banyak,” jelasnya.

Jumlah SHU yang dibagikan kepada anggota KUD mencapai Rp 1,86 miliar berdasarkan RAT pada akhir Januari 2021.  Pembagian SHU bervariasi mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 10 juta. “Nilai SHU bergantung kontribusi anggota,” jelasnya.

Ayah Riswanto ikut program transmigran pada 1986. Hidup ditengah kondisi pas-pasan, Riswanto tidak dapat melanjutkan sekolah.”Akeh biayanya. Bapak tak sanggup,” kata Riswanto mengenang pembicaraan dengan bapaknya.

“Ya udah pak, kalau begitu saya kuliah sama bapak saja,” kata Riswanto. Setelah itu, ia masuk koperasi untuk mengerjakan berbagai kegiatan. Lalu, ia pun mau belajar ilmu koperasi lewat beragam kegiatan pelatihan dan studi banding dari pemerintah daerah.

Awalnya ia bekerja sebagai kerani kebun plasma. Lalu, terpilih menjadi pengurus KUD Karya Mukti dari 1996. “Tapi tahun 2006, saya mundur sebagai sekretaris KUD. Ada perbedaan pendapat kala itu,” kenangnya.

Pada 2009, Riswanto dipilih menjadi Ketua KUD Karya Mukti. Setelah menjadi ketua, ia membuka kantor KUD. Saat itu, koperasi lama vakum. Tak heran, banyak debu menempel dan terlihat kusam.

“Tahun pertama, kegiatannya membersihkan kantor. Susah cari pengurus saat itu. Kondisi benar-benar terpuruk. Jujur saya nangis waktu ditunjuk menjadi ketua. Memang berat, tapi ini amanah,” cerita Riswanto.

Setelah ditunjuk, ia meminta saran dari ayahnya.”Ayah saya berpesan, itu amanah. Sing penting lakoni, jujur. Insyallah,” kenang Riswanto.

Di awal, selain pengurus KUD, ia bekerja sebagai kerani.”Kantor dulu saya buka pagi. Kosong tidak apa-apa. Yang penting buka dulu,” ujarnya.

Saat ini anggota koperasi tidak lagi petani peserta PIR-Trans. Melainkan penduduk yang tinggal di Desa Harapan Karya Mukti. Lalu dalam RAT juga diputuskan ada anggota khusus. Mereka ini dapat menabung dan meminjam tetapi tidak dapat menjadi pengurus sesuai AD/ART.

“Makanya jumlah anggota kami terus bertambah setiap tahun. Dari 446 anggota, sekarang di atas 1.500 anggota,” ujarnya.

Berdasarkan data perusahaan, Pada  April 1986, KUD Karya Mukti berdiri untuk memfasilitasi pemasaran dan penjualan produksi petani peserta transmigrasi pemerintah. KUD Karya Mukti memperoleh pengesahan Badan Hukum bernomor 701BH/XV. Pada 1 Mei 1986, KUD Karya Mukti menerima penghargaan KUD Teladan  II Tingkat Nasional untuk daerah transmigrasi tingkat nasional. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Martono, Menteri Koperasi, pada 1987.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 112)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like