Kemendag Ajak Pelaku Usaha Indonesia Manfaatkan Peluang Ekspor Mamin ke Spanyol

Kementerian Perdagangan mengajak pelaku usaha Indonesia memanfaatkan
peluang ekspor produk makanan dan minuman (mamin) ke pasar Eropa, khususnya Spanyol di tengah pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kasan saat memberikan sambutan pada kegiatan webinar dengan tema “Sharing Session Mengenalkan Produk Makanan & Minuman Serta Kuliner Indonesia di Spanyol”pada Kamis (16/7).

Webinar dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Spanyol Harmono. Hadir sebegai narasumber, yaitu Kepala Indonesian Trade Promotion Center Barcelona Puri Listyani, CEO Interaromat B.V. Suryo
Tutuko, Pemilik Restoran Makan Makan Barcelona Andrey Finata, CEO Indonesia-Consulting Tony Hernandez, dan dimoderatori Atase Perdagangan Madrid Novita Sari. Webinar diikuti pelaku usaha mamin Indonesia; diaspora dan pelajar Indonesia di Spanyol; serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait lainnya.

“Kita optimistis produk mamin merupakan salah satu sektor yang tetap meningkat selama Covid-19. Produk mamin sangat dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas dan stamina kesehatan masyarakat terutama pada masa pandemi saat ini. Hal ini terlihat dari meningkatnya nilai ekspor pangan olahan Indonesia ke dunia sebesar 7,9 persen pada periode Januari–April 2020 atau sebesar USD 1,33 miliar,” kata Kasan.

Kasan menyampaikan, pada 2019, ekspor mamin Indonesia ke dunia tercatat sebesar USD 4,15 miliar, atau naik 3,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ekspor pangan olahan Indonesia lima tahun terakhir (2015—2019) tercatat sebesar 8,99 persen. Produk makanan minuman Indonesia merupakan produk yang prospektif dalam mendukung pertumbuhan di sektor perdagangan.

Menurut Kasan, industri mamin harus terus didukung, termasuk industri kecil dan menengah. Kontribusi industri mamin Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas adalah sebesar 36,40 persen. Sementara pada kuartal I 2020, kontribusi mamin Indonesia terhadap PDB nasional mencapai 19,98 persen.

Kasan juga mengungkapkan, Kementerian Perdagangan telah menyusun strategi peningkatan daya saing mamin dan kuliner Indonesia ke Spanyol. Pertama, menentukan fokus pasar dan produk ekspor khusus untuk produk mamin berbahan baku alami, organik, specialty, dan bumbu olahan sebagai bahan baku kuliner Indonesia. Kedua, meningkatkan daya saing produk, sumber daya manusia, dan
UKM ekspor. Ketiga, meningkatkan penetrasi pasar. Keempat, memperkuat peran perwakilan perdagangan di luar negeri. Kelima, relaksasi ekspor & impor untuk tujuan ekspor. Keenam, pengembangan SDM ekspor di antaranya melalui kegiatan webinar, pelatihan ekspor, dan program pendampingan ekspor selama pandemi.

Sumber: Kemendag.go.id

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like