Mendag Izinkan Peredaran Minyak Goreng Curah Sampai Akhir 2020

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Kementerian Perdagangan RI tetap memperbolehkan peredaran minyak goreng curah selama masa transisi sampai 31 Desember 2020. Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran Bernomor 02 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Minyak Goreng Kemasan.

Surat edaran yang ditandatangani Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto, ditetakan pada 19 Desember 2019. Tujuan dari surat edaran ini mendukung efektivitas pelaksanaan kebijakan minyak goreng kemasan.

Dengan adanya surat edaran ini, pelaku usaha diberikan kesempatan mempersiapkan pelaksanaan minyak goreng dalam kemasan sehingga diberikan waktu transisi untuk implementasinya. Masa transisi pemberlakuan minyak goreng dalam kemasan sampai 31 Desember 2020.

Dijelaskan dalam surat ini bahwa minyak goreng curah selama masa transisi dapat diperdagangkan asalkan memperhatikan keamanan pangan sesuai perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, produsen diminta menyediakan minyak goreng kemasan sederhana yang dijual sesuai harga ditetapkan pemerintah.

Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan pernah membuat kampanye Wajib Kemas Minyak Goreng Dalam Rangka Mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, pada 7 Oktober 201. Tujuan kampanye, tidak ada lagi minyak goreng curah yang dijual kepada masyarakat mulai Januari 2020.

Bernard Riedo, Ketua Umum GIMNI, mengatakan tetap mengapresiasi terbitnya surat edaran tersebut karena program minyak goreng kemasan tetap jala. “Bagi yang siap dilanjutkan, tapi curah masih dimungkinkan dengan tetap menjaga kuliatas dan higienis (keamanan pangan, “ujarnya saat dihubungi.

7 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like