Kebutuhan Magnesium Pada Tanaman Sawit

Tanaman sawit sama dengan tanaman lainnya, setidaknya memerlukan 12 unsur hara baik makro mau pun mikro yang masing-masing berperan penting pada pertumbuhan tanaman. Di antaranya N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Zn, B, Cu, dan Mo.

Sebagai salah satu unsur hara makro sekunder, Magnesium (Mg) pada tanaman sawit berperan penting untuk metabolisme Fosfat, respirasi tanaman, dan aktivasi enzim. Unsur hara ini merupakan elemen penting pada klorofil untuk fotosintesis. Mg juga merupakan pusat atom dari molekul klorofil yang menjadi pigmen warna hijau di daun.

Mg diperlukan tanaman sawit sebagai pompa untuk pergerakan unsur N, P, dan K kedalam tanaman melalui dinding selakar. Peran penting lainnya adalah pembentukan minyak dalam biji. Hara makro sekunder ini bersifat ‘mobile’ di tanaman, sehingga defisiensi Mg akan tampak pada daun yang lebih tua.

Gejala defisiensi Mg ditandai dengan klorosis pada bagian daun yang terkena sinar matahari secara langsung. Pada kasus tertentu, warna daun berubah dari kuning tua menjadi kuning terang dan akhirnya menjadi kering.

Defisiensi Mg terjadi karena ketidak cukupan pengambilan Mg, atau ketidak seimbangan antara Mg dengan kation lainnya seperti K+, NH4+, dan Ca2+. Aplikasi nitrogen (N) dan potasium (K) dalam tanah tanpa pemberian Mg dapat menyebabkan defisiensi magnesium (khlorosis).

Gejala kahat Mg pada tanaman kelapa sawit disebut dengan istilah“orange frond” dan pada tingkat kekahatan berat khlorosis di ikuti oleh nekrosis (Oviasogieet al., 2011). Biasanya gejala Mg terjadi pada daerah yang curah hujannya tinggi (> 3.500 mm/tahun). Selain itu, bisa terjadi bila jumlah Mg-dd di tanah kurang dari 0,3 cmol/kg.

“Untuk mencegah defisiensi Mg ini, diperlukan pemupukan tepat. Bisa dengan mengaplikasikan pupuk Solu MAG,” ucap Siswanto, Manager Area PT Meroke Tetap Jaya untuk wilayah Riau.

Solu MAG merupakan salah satu produk pupuk tunggal dari PT Meroke Tetap Jaya yang mengandung unsur hara 27 persen Mg dan 20 persen Sulfur (S) yang efisien untuk tanaman kelapa sawit.

Ketersediaan unsur hara Mg yang optimal dapat menghasilkan hijau daun dan meningkatkan produksi asimilat untuk mendapatkan hasil produksi yang tinggi. Sementara itu, peranan unsur hara S pada tanaman sawit, terlibat dalam beragam proses metabolisme tanaman, seperti: fotosintesa, pembentukan gula dan pati, asam amino dan protein, serta sintesa minyak dan lemak.

Menurut Siswanto, pupuk ini pilihan tepat untuk mengatasi kekurangan unsur hara Mg pada tanaman sawit, karena bentuk Mg yang langsung tersedia untuk tanaman.

“Pupuk ini dikhususkan untuk menyeimbangkan unsur hara dalam sistem pertanian intensif, sehingga cocok untuk pembudidaya sawit yang ingin mendapatkan produktivitas dan kualitas produksi yang tinggi,” ucap Siswanto.

Solu MAG, lanjut Siswanto, pupuk yang berkualitas untuk hasil produksi tandan buah segar dan rendemen kelapa sawit yang lebih tinggi. Keunggulannya, pupuk ini cocok untuk diaplikasikan pada semua tipe tanah.

(Selengkapnya dapat di baca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 107)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like