KARANTINA PERTANIAN BANJARMASINBANJARMASIN SAMBANGI SETDA KALIMANTAN SELATAN

Banjarbaru – Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, Nur Hartanto bersama staf menyambangi Gubernur Propinsi Kalimantan Selatan pada Jumat pagi (15/7).

Kedatangan Nur Hartanto tiada lain untuk beraudiensi dengan Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan dalam rangka koordinasi peningkatan ekspor komoditas pertanian di wilayah Banjarmasin.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Syaiful Azhari, menyambut hangat tim. Nur Hartanto menyampaikan, bahwa dalam upaya mewujudkan program yang dicanangkan Kementerian Pertanian, Gerakan Ekspor Tiga Kali Lipat atau Gratieks, diharapkan pemda membantu menggali apa saja komoditas pertanian yang memiliki potensinuntuk ekspor, dan menyampaikan kepada Karantina Pertanian.

Lebih lanjut Nur Hartanto mengenalkan aplikasi Indonesian Map of Agricultrulal Commodities Export (i-Mace), sebagai sumber data yang bisa dioptimalkan oleh pemerintah daerah dalam memantau peluang komoditas pertanian yang bisa diekspor oleh daerahnya masing-masing termasuk Kalimantan Selatan.

“Dengan i-Mace kita dapat mengetahui bahwa Kalsel telah melakukan ekspor komoditas pertanian seperti minyak kelapa sawit dan turunannya, karet olahan, daun gelinggang, minyak VCO, chip porang, tanaman hias dan produk kayu olahan.” terang Nur Hartanto.

Mendengar paparan tersebut, Asisten II Sekretaris Daerah Kalsel Syaiful Azhari menyampaikan apresiasi.

“Ini menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah daerah Kalsel, Kita akan dukung kegiatan Gratieks sekaligus memperkenalkan bahwa Kalsel mempunyai komoditas unggulan yang tentunya dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk mendirikan pabrik pengolahan produk pertanian yang hasilnya bisa diekspor langsung dari Kalimantan Selatan”, ungkap Saiful.

Saiful semakin antusias saat Nur Hartanto menjelasan nilai ekonomi ekspor komoditas pertanian Kalsel periode Januari Juni tahun 2021 mengalami kenaikan 95,18 % dibanding periode yang sama tahun 2020 sesuai data IQFast Karantina Banjarmasin.

Upaya peningkatan ekspor ini untuk mendorong para petani dan pelaku usaha bidang pertanian, sekaligus untuk mengakselerasi ekspor komoditas pertanian.  Selain itu untuk memberikan stimulus bagi ekonomi Indonesia yang sedang menurun akibat pandemi covid-19, sehingga diharapkan dapat memberikan optimisme agar ekonomi Indonesia tumbuh menjadi lebih baik.

Sumber: karantina.pertanian.go.id

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like