Pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang paling utama, karena pemenuhan pangan merupakan bagian dari hak setiap warga dan kewajiban bagi negara untuk mencukupinya. Mengingat pentingnya kecukupan pangan bagi masyarakat, maka negara harus hadir dan menempatkan pangan sebagai komponen dasar dalam mewujudkan sumber daya manusia yang bekualitas. 

Namun, menjelang bulan Ramadan beberapa komoditas pangan mengalami peningkatan harga. Tercatat komoditas telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabe, gula, minyak goreng, beras, daging ayam dan daging sapi per 30 Maret 2022 di Jawa Timur mengalami peningkatan. Kenaikan harga jelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri kerap kali menjadi langganan setiap tahunnya karena dipicu oleh ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan pangan. 

Untuk itu, Komisi IV DPR RI ingin memastikan kesiapan pemerintah di dalam mempersiapkan dan mengantisipasi kebutuan pasokan pangan yang diperkirakan akan meningkat selama bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini. “Kami memandang perlu memantau ke lapangan, dalam hal ini Pasar  Wonokromo, untuk meninjau ketersediaan bahan pokok dan keterjangkauan harga,” ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Budisatrio Djiwandono saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Pasar Wonokromo, Surabaya, Kamis (31/3/2022).

Dari hasil tinjauan di lapangan, menurut Budi, saat ini stok bahan kebutuhan pokok masyarakat masih tersedia. Beberapa bahan yang dicek antara lain daging, telur, minyak goreng, terigu, beras, cabe, bawang dan sayur-mayur. “Kami melihat dari sisi ketersediaan bahan pokok cukup. Namun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan (harga). Temuan ini akan kami sampaikan kepada pemerintah saat rapat agar bisa ditindaklanjuti terkait keterjangkauan harga,” jelas Budi.

Dalam kunjungan tersebut, Budi sempat berbincang dengan beberapa pedagang terkait ketersediaan dan harga bahan pangan menjelang bulan Ramadan. Beberapa pedagang mengeluhkan sejumlah bahan pangan yang sulit didapatkan, salah satunya minyak goreng. “Para pedagang menyampaikan terkait ketersediaan minyak goreng curah yang masih minim, sampai mereka harus mencari ke pihak ketiga,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Budi, pihaknya juga menanyakan terkait kendala yang dihadapi dalam upaya stabilisasi harga dan pasokan pangan hingga saat ini. “Disampaikan, salah satu kendalanya ialah terkait distribusi. Semua masukan yang kami serap hari ini akan kami tindaklanjuti,” komitmen politisi Partai Gerindra tersebut.

Sumber: dpr.go.id

Share.