Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Jl. Kelapa Dua Wetan Raya. Komp. PTB Blok. 1A No.11. Ciracas Jakarta Timur.

No. Telp 021-8770-6153

redaksi@sawitindonesia.com

Inovasi

Upaya Memberi Pemahaman Kepada Pemanen Tentang Pentingnya Menjaga Pelepah Pada Proses Panen

Upaya Memberi Pemahaman Kepada Pemanen Tentang Pentingnya Menjaga Pelepah Pada Proses Panen

Panen merupakan pekerjaan yang utama dalam perkebunan kelapa sawit. Dalam proses panen inilah yang akan menhasilkan produksi sehingga perusahaan sudah mulai pada perhitungan laba rugi.

Panen dilakukan dengan manual yaitu dengan tenaga manusia yang disebut pemanen, walaupun di perusahaan perusahaan besar sekarang sudah mengarah panen dengan cara mekanis yaitu menggunakan alat panen yang didesain kusus, untuk mempermudah proses panen dengan cost yang kecil dan produktifitas tinggi. Hal yang melatar belakangi  menggunakan alat mekanis tersebut juga semakin sulitnya untuk mencari tenaga panen.

Pemanen dalam melakukan proses panen harus dibekali pemahaman tentang pentingnya masing masing fungsi dari tanaman kelapa sawit. Kususnya pentingnya pelepah bagi tanaman. Mengapa Perlu ? karena dalam melakukan proses panen yaitu menurunkan buah, pemanen mempunyai hubungan dengan keberadaan pelepah dan usaha memeliharanya.Sehingga ketika pemanen melakukan proses panen maka yang dilakukan adalah tetap menjaga kondisi dan jumlah pelepah, dalam bahasa perkebunana kelapa sawit adalah menjaga  songgo. Ada beberapa ketentuan dalam menjaga songgo  pelepah ini.Untuk panen dengan menggunakan dodos maka pemanen  Mempertahankan jumlah pelepah setiap pokoknya minimal 56-64 pelepah atau Ada suatu sistem dalam hal menjaga jumlah optimum daun pada pohon kelapa sawit, dan rumus dari jumlah daun optimum tersebut sering disebut dengan sistem "Songgo Dua dan songgo tiga", yaitu selalu ada dua dan tiga unit pelepah daun yang menyangga buah sawit pada posisi yang paling bawah. Oleh karena itu  dalam mengambil buah tidak boleh ikut memotong pelepah yang menyangganya, cara pengambilan buah tersebut sering disebut dengan cara "curi buah”. Biasanya pada tanaman yang  panen masih menggunakan dodos maka songgo dua ini mutlak dilakukan, sehingga  proses curi buah dilakukan. Curi buah adalah kegiatan memanen buah sawit tanpa memotong pelepahnya, sehingga jumlah pelepah pohon sawit tidak berkurang dari jumlah yang optimal yakni antara 56 sampai 64 pelepah. Sehingga untuk mempertahankan pelepah tersebut bahasa yang disampaikan kepada pemanen adalah dengan menjaga songgo.

Untuk pemanen yang menggunakan egrek, ini dilakukan untuk tanaman yang sudah tinggi maka kreterianya adalah dengan mempertahankan pelepah dengan songgo satu, yaitu  jumlah pelepah dibawah buah yang di panen adalah satu pelepah.

Cara pelaksanaan panen yang baik adalah salah satu syarat dalam menentukan produktifitas dan efisiensi dari suatu usaha kebun kelapa sawit. Sehingga cara pelaksanaan panen ini harus dipahami oleh pimpinan site dari pemanen, mador, asisten afdeling sampai pimpinan site.

Hal –hal yang dilakukan untuk mensosialisasikan jaga pelepah  dengan banyak cara suapaya tujuan dapat sampai di karyawan. Adapun beberapa cara yang dilakukan dalam menyampaikan dan mensosialisasikan pentingnya menjaga pelepah adalah:

1. Memberi pengarahan setiap apel pagi

Apel pagi wajib dilakukan di afdeling dengan peserta pemanen, mandor dan kepala afdeling. Dalam apel pagi ini dilakukan aktifitas pengabsenan dan pembagian ancak kerja oleh mandor panen. Selain itu juga pengarahan pengarahan oleh kepala afdeling. Materi pentingnya menjaga songgo ini dapat disosialisasikan pada saat apel pagi. Mengingat apel pagi waktunya sangat sempit tidak sampai 30 menit, hendaknya penyampaiannya dengan cara yang efektif dan efisien yang sifatnya mengingatkan kepada pemanen. Poin poin pengarahan tersebut mudah dimengerti dan di pahami oleh karyawan pemanen.

2. Membuat selebaran, pamflet atau papan papan pengumuman di masing masing blok

Memasang informasi yang mudah dibaca tentang pentingnya menjaga pelepah juga dilakukan dengan memasang papan papan informasi di blok panen. Pemanen akan mengingat dan melihat larangan yang tidak boleh dilakukan dan apa yang boleh dilakukan dalam proses panen. Sehingga pesan ini mudah di terima oleh karyawan.

3. Memutar film  keliling bagi karyawan. 

Film atau pesan yang bersifat audio mudah ditangkap oleh karyawan. Hal ini merupakan terobosan oleh kepala afdeling dalam memberikan sosialisasi kepada pemanen. Kepala afdeling membuat acara atau kegiatan misalnya setiap satu minggu atau satu bulan sekali diadakan nonton bersama. Nah dalam kegiatan tersebut dibuat selingan film yang menyampaikan cara panen yang benar, serta bagaimana cara menjaga songgo pelepah kelapa sawit. Dengan cara seperti tersebut, maka ada dua hal yang dapat diambil manfaatnya yaitu selain sebagai hiburan kepada karyawan atau refresing akibat kesibukan aktivitas, juga sarana mendekatkan diri antara pimpinan afdeling dengan karyawan dengan menyampaikan informasi dan sosialisasi  tentang  ketentuan dalam bekerja salah satunya menjaga pelepah tersebut. Dari situ juga bisa ditampilkan akibat kerusakan pelepah bagi pertumbuhan vegetatif tanaman.

4. Memberi pinalti dan punishment

Pinalti  diberikan juga tidak semabarangan, Artinya finalty tersebut dilakukan seltelah kita melakukan sosialisasi dan pemahamana kepada karyawan. Upaya tersebut dengan tujuan sebagai proses pembelajaran  dan tetap untuk bersama menjaga komitment bersama. Tentunya tujuan yang utama dalam sebuah kesadaran bersama bahwa ada sebuah keadlian terhadap pelanggar aturan.

Selain  pinalti, maka kita juga harus memberikan penghargaan kepada yang telah komitment dan dengan kesadaran menjaga pelepah.

Punishment bisa diberikan dalam bentuk premi, penghargaan ataupun hal yang membuat kebanggan bagi karyawan dan diikuti oleh yang lain untuk melakukan pekerjaan dengan benar. Tujuan semuanya adalah supaya tujuan dari sosialisasi yang dilakukan dapat di lakukan oleh semua jajaran karyawan.

5. Adanya kelas pemanen

Kelas pemanen merupakan penilaian yang dilakukan ke masing masing pemanen  dengan tujuan penilaian tersebut, maka pemanen berkompetisi secara sehat dalam menjaga tanamaan. Penilaian dilakukan oleh mandor panen setiap hari. Bisa dengan kriteria A,B,C atau baik sekali, baik, kurang tergantung ketentuan management. Kelas pemanen bisa dibacakan setiap hari atau di pampang di papan pengumuman.

Dengan demikian maka diharapkan bahwa ada usaha yang baik untuk selalu menjaga jumlah pelepah yang ada dan melakukan pekerjaan yang benar. Adanya penilaian ke pemanen ini juga diharapkan mandor akan secara terperinci bisa memetakan anggotanya mana yang bagus dan mana yang perlu pengarahan dan sosialisasi. Selain itu bisa di lihat yang mengerti, belum mengerti terhadap apa yang disosialisasikan oleh pimpinan. 

Beberapa hal catatan tentang usaha menjaga pelepah dalam proses panen. Tentunya kepala afdeling yang bertanggung jawab terhadap proses panen bisa  berkreativitas dalam menyampaikan pesan kepada karyawan. Poin diatas merupakan  hal yang pernah kami lakukan dalam mensosialisasikan kepada pemanen. Pada dasarnya usaha menjaga pelepah adalah tugas kita bersama yang harus di pahami dan disadari. Sebuah keyakinan bersama jika kita bisa merawat, memelihara tanaman dengan baik niscaya tanaman tersebut akan memberikan hasil yang yang kita inginkan. Semoga


 9653,    Inovasi