Inilah 5 Arahan APKASINDO Cegah Karhutla

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) meminta petani waspada munculnya titik api di lahan mereka. Menjelang Agustus, kondisi cuaca ekstrem akan meningkat yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran di perkebunan sawit petani.

Menurut pantauan satelit Terra Aqua pada Minggu (28/7/2019) pukul 06.00 WIB, ditemukan 117 titik panas di wilayah Sumatera pada tingkat kepercayaan 70 persen. Sebarannya Aceh 3 titik, Jambi 3 titik, Bengkulu 13 titik, Lampung 7 titik, Sumatera Barat 11 titik, Sumatera Selatan 13 titik, Sumatera Utara 3 titik, Bangka Belitung 3 titik, dan Riau terbanyak yaitu mencapai 61 titik.

Dari 117 titik panas diwilayah Pulau Sumatera tersebut berdasarkan penelusuran kami untuk wilayah Riau, semuanya berada dikawasan gambut. Dari seluruh titik api tadi, terdapat pergeseran dimana dominan titik api tersebut berada dalam kawasahan lahan HPH/HGU atau masih pada radius tanggungjawab pemilik HPH/HGU tersebut.

Baca Juga :   Sawit Hadapi Tantangan Baru Bernama 3-MCPD

Gulat Manurung, Ketua Umum DPP APKASINDO, tetap menghimbau kepada petani sawit supaya siaga terhadap cuaca ekstrim. Untuk itu, organisasi merekomendasikan lima arahan yang perlu dilakukan untuk mencegah kebakaran lahan di kebun petani. Pertama, melakukan siaga sarana dan prasarana untuk memadamkan api.

Kedua, menjaga muka air tanah dengan menutup kanal yang selama ini dilakukan saluran pembuangan air dan membuat libang air di beberapa titik sebagai sumber air jika ada titik api.

Gulat Manurung, Ketua Umum DPP APKASINDO, tetap menghimbau kepada petani sawit supaya siaga terhadap cuaca ekstrim. Untuk itu, organisasi merekomendasikan lima arahan yang perlu dilakukan untuk mencegah kebakaran lahan di kebun petani.

Ketiga, melakukan patroli api secara periodik untuk memantau titik api sehingga meminimalisir munculnya titik api. Dan melarang membuang puntung rokok sembarangan, memastikan dapur tempat memasak aman dari hembusan angin, membuat plang dilarang melakukan aktivitas yang berpotensi munculnya api;

Baca Juga :   Melakukan Transformasi Perekonomian Dari Tak Berkelanjutan Menjadi Berkelanjutan (Bagian IX)

Keempat, selalu berkoordinasi dengan Brigade Anti Api/KTPA, BPBD, Gakum, Manggala Agni dan Dinas Kehutanan.

Kelima adalah membuat laporan berita acara jika terjadi kebakaran lahan supaya bisa ditindaklanjuti aparat terkait.

Gulat mengapresiasi kesadaran petani sudah sangat tinggi akan SOP membuka lahan dan kebun, jauh berbeda dibanding 5 tahun lalu. “Kemajuan ini berkat gencarnya penyuluhan yang dilakukan oleh pihak terkait dan tindakan tegas dari aparat hukum,” pungkas Gulat.

5 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like