Ini 3 Isu Sawit Yang Menjadi Fokus GAPKI

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) akan mengawal tiga isu penting yang berkaitan industri kelapa sawit pada 2021. Pertama adalah penerapan dan  pengawalan implementasi Undang Undang Cipta Kerja (UUCK) dan Peraturan Perundangan turunannya.

“UU Cipta Kerja dalam tahapan penyelesaian aturan turunan. Jangan sampai semangat UU Cipta Kerja ini tidak ada dalam aturan turunan, ini yang dikhawatirkan. GAPKI terlibat dalam diskusi penyusunan dan aktif memberikan masukan. Saya khawatir ini belum tuntas dan sampai hari ini belum dipublikasikan hasil akhirnya. Kami kawal terus supaya bisa memberikan kepastian hukum. Ini perhatian kami termasuk bersama petani,” ujar Joko Supriyono, Ketua Umum GAPKI, dalam jumpa pers bersama media, Kamis (4 Februari 2021).

Kedua, penguatan penerapan sustainability melalui percepatan dan penyelesaian sertifikat ISPO bagi anggota GAPKI. Joko menjelaskan bahwa isu sustainability menjadi prioritas GAPKI setelah terbitnya regulasi untuk memperkuat ISPO. Tahun ini, harapan kami 100 persen anggota GAPKI mengantongi sertifikat ISPO.

“Update terakhir, Kementerian Perindustrian sedang menggodok sertifikasi ISPO di supply chain (rantai pasok). Nantinya, sertifikasi akan mengarah kepada produk hilir,” ujar lulusan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada ini.

Isu yang ketiga adalah penguatan kemitraan untuk peningkatan percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Joko mengakui peningkatan produktivitas sawit nasional menjadi tujuan bersama.

“Saya ajak teman-teman GAPKI untuk menguatkan kemitraan. Selanjutnya mendorong dan mendukung percepatan PSR. Jika sukses,  poin ini baik bukan hanya kepada petani tetapi untuk Indonesia. Ini point penting untuk memperjuangkan keberlanjutan industri sawit,” pungkasnya.

 

 

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like