Industri Sawit Indonesia Menuju 2050

Bagian VIII

Idealnya industrialisasi/hilirisasi berevolusi dari EO1SI1 menuju EO2SI2 untuk setiap jalur hilirisasi (oleofood, oleokimia dan biofuel). Bergerak dari produk bernilai tambah rendah ke produk yang bernilai tambah tinggi. Dari segi kepentingan nasional tentu akan lebih bermanfaat jika Indonesia menuju eksportir produk jadi minyak sawit karena manfaat ekonomi (multiplier ekonomi) akan terjadi didalam negri. Perpaduan kebijakan promosi ekspor dan subsitusi impor (EO1SI1) tersebut berlaku untuk ketiga jalur hilirisasi tersebut. Tidak hanya terbatas hanya pada industri hilir minyak sawit melainkan juga dilihat kaitannya dengan industri-industri/produk lain terkait dalam perekonomian pengembangan industri biodiesel (FAME) tergolong pada strategi EO2SI2 yakni menghasilkan biodiesl untuk mensubsitusi solar yang diimpor (andatori biodiesel) dan sekaligus mengespor biodiesel. Demikian juga pengembangan bioavtur dan biopelumas berbahan minyak sawit juga termasuk dalam kebijakan EO2SI1 tersebut.

Baca Juga :   Implementasi Kebijakan Menteri ESDM

Dengan demikian, Manfaat ekonomi hilirisasibahkan indeustri minyak sawit secara keseluruhan tidak hanya melihat beberapa devisa yang dihasilkan dari ekspor tetapi juga perlu diperhitungkan beberapa devisa  yang diperoleh dari ekspor biodiesel tetapi juga mencakup devisa yang dihemat dari pengurangan impor solar akibat disubsitusi biodiesel domestik.

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like